Membangun Employer Branding Untuk Memperkuat Brand Perusahaan

Karyawan merupakan tulang punggung dari keberhasilan suatu perusahaan. Memasuki akhir tahun 2019, banyak perusahaan yang melakukan perekrutan pegawai

Membangun Employer Branding Untuk Memperkuat Brand Perusahaan
Istimewa
Romano Bhaktinegara, Media Communications Strategist & Public Speaker 

Oleh: Romano Bhaktinegara
Media Communications Strategist

“If each of us hires people who are smaller than we are, we shall become a company of dwarfs. But if
each of us hires people who are bigger than we are, we shall become a company of giants.”

- David Ogilvy

Karyawan merupakan tulang punggung dari keberhasilan suatu perusahaan. Memasuki akhir tahun 2019, banyak perusahaan yang melakukan perekrutan pegawai baru untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja agar dapat berkerja secara optimal dengan target baru di tahun 2020.

Sebagian besar perusahaan melakukan aktivitas branding yang berfokus pada kegiatan pemasaran, seperti kampanye produk baru lewat iklan di berbagai media konvensional maupun digital. Namun, hanya sebagian kecil yang menyadari bahwa aset perusahaan yang berpengaruh besar terhadap sebuah brand adalah karyawan.

Banyak perusahaan hingga saat ini belum berhasil menciptakan Employer Branding yang positif, walaupun sudah mengeluarkan investasi dalam jumlah besar. Karyawan bisa saja tidak merasa bangga bekerja di perusahaan tertentu dengan brand terkenal, dan memiliki gaji besar, hanya karena nilai perusahaan tidak sesuai dengan apa yang dimilikinya.

Karyawan yang mendapatkan pengalaman baik dalam bekerja dan perkembangan karir yang jelas, akan memiliki daya kreativitas, inovasi, dan motivasi tinggi. Sebaliknya jika perusahaan mempunyai budaya kurang baik serta kondisi tidak menyenangkan, akan membuat kinerja karyawan semakin menurun, dan akhirnya memberikan dampak buruk kepada perusahaan.
Merekrut dan mempertahankan karyawan terbaik di perusahaan selalu menjadi tantangan sejak dahulu. Namun, di era revolusi industri 4.0 yang kian ketat dengan teknologi yang sangat
berkembang, tingkat tantangan tersebut menjadi semakin sulit.

Dalam beberapa kasus, mungkin saja perusahaan sudah mendapatkan kandidat yang potensial, namun karena lamanya proses perekrutan, di saat wawancara tahap akhir kandidat tidak hadir, karena ternyata sudah bekerja di perusahaan kompetitor.

Atau bisa saja kandidat yang diharapkan mundur setelah mencari tahu latar belakang maupun berita di media sosial. Dengan segala kebebasan informasi di era saat ini, rasanya tidak sulit menyelidiki mulai dari laporan keuangan, budaya perusahaan, hingga berbagai gosip para pemimpinnya.

Apa itu Employee Value Proposition, dan mengapa diperlukan?

Halaman
123
Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved