Bupati Cirebon Minta PNS untuk Tidak Menjadi Anggota Organisasi yang Bertentangan dengan Negara

Selain menjadi anggota organisasi yang bertentangan, ASN pun kerap dimanfaatkan oleh seseorang untuk kepentingan politik sejumlah pihak.

Bupati Cirebon Minta PNS untuk Tidak Menjadi Anggota Organisasi yang Bertentangan dengan Negara
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, melantik 474 calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi pegawai negeri sipil (PNS), di Aula Cakrabuana Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Kamis (26/12/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengimbau kepada seluruh calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru saja dilantik agar menjadi PNS untuk tidak menjadi bagian dalam organisasi yang bertentangan dengan negara atau pemerintahan.

Imron menambahkan, PNS yang tergabung dalam organisasi tersebut dikhawatirkan menjadi pemecah belah, sedangkan PNS dituntut sebagai perekat bangsa.

"Kebanggaan tersendiri bila PNS dikenal dengan prestasinya, bukan karena sensasinya," kata Imron di Kantor Bupati Cirebon, Kecamatan Sumber, Jumat (27/12/2019).

Imron mengatakan, selain menjadi anggota organisasi yang bertentangan, ASN pun kerap dimanfaatkan oleh seseorang untuk kepentingan politik sejumlah pihak.

Ia menambahkan, bila ASN masih tergabung dalam organisasi yang bertentangan, pemerintah daerah akan memberikan sanksi tegas.

"Sanksi tegas yang diberikan adalah pemecatan," katanya.

Terkunci saat Mandi, Pria Ini Baru Bisa Keluar Setelah Ditolong Pemadam Kebakaran

Sebanyak 474 calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi pegawai negeri sipil (PNS), di Aula Cakrabuana Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Kamis (26/12/2019).

Pelantikan bagi ratusan PNS tersebut yakni untuk bidan, perawat, guru, dan tenaga tekhnik di Pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, dari dinas kesehatan ada 108 orang, dinas pendidikan sebanyak 353 orang, dinas PUPR 8 orang, dan DPKPP 5 orang.

Ini Pengakuan Kondektur Soal Kecelakaan Bus Sriwijaya Jatuh ke Jurang di Pagaralam

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved