Kaleidoskop 2019
KALEIDOSKOP 2019, Deretan Kecelakaan di Tol Cipali, Mulai Bus vs Truk hingga yang Tewaskan 12 Orang
Jalan Tol Cipali ( Cikopo - Palimanan) masih dinilai rawan kecelakaan oleh pengendara maupun para pemegang kebijakan terkait lalu lintas jalan raya
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dedy Herdiana
Ada tiga kendaraan yang kena imbasnya.
Pertama, Toyota Kijang Inova berplat nomor B-168-DIL.
Kedua, Mitsubishi Xpnder berplat nomor B-8137-PI.
Ketiga, truk berplat nomor R-1436-ZA.
Akibatnya, kecelakaan beruntun pun menelan korban jiwa.
5. Minubus vs Pikap Mengakibatkan 5 Orang Tewas
Kecelakaan terjadi di Tol Cipali KM 154+800A, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (19/7/2019) pukul 23.00 WIB.
Kecelakaan itu melibatkan mobil APV dan mobil mobil pikap yang datang dari Cirebon menuju Jakarta.
"Telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 154.800 (dari Jakarta menuju Cirebon) wilayah Kabupaten Majalengka. Meninggal 5 orang, luka berat 3 orang," kata Kapolres Majalengka AKBP Mariyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/7/2019).
Informasi yang diterima, kejadian bermula saat kendaraan mobil pikap datang dari arah Cirebon menuju arah jakarta.
Setiba di TKP, diduga pengemudi kendaraan mobil pikap mengantuk sehingga mobil pikap menyebrang dari jalur B ke jalur A, kemudian menabrak mobil APV yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Kedua kendaraan terbakar di lajur satu atau lajur lambat dengan posisi akhir kendaraan mobil pikap terbalik miring di bahu jalan dengan kedua roda kanan di atas.
Sedangkan, kendaraan APV normal menghadap timur di lajur lambat
"Korban terbakar di dalam kendaraan APV. Lalu pelat nomor kendaraan APV terbakar tidak terbaca," lanjut AKBP Mariyono.
Sementara itu, korban meninggal dunia dibawa ke RS Cideres Majalengka. Sementara korban luka berat dibawa ke RS Plumbon untuk mendapat perawatan.
6. Bus Tabrak Truk Lalu Hantam Avanza, Bapak dan 2 Anak Tewas
Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Tol Cipali.
Kali ini kecelakaan beruntun itu melibatkan Bus Sinar Jaya bernomor polisi B 7021IZ, truk fuso bernomor polisi K 1877 AC, dan Toyota Avanza bernomor polisi BE 1599 AJ.
Akibat kejadian itu, diketahui tiga penumpang Avanza meninggal dunia dan 10 lainnya luka-luka.
Ketiga korban meninggal adalah, Syahrial (sopir Avanza) dan kedua anaknya, Talita serta Arkan.
Ketiganya warga Kelurahan Gedong Meneng, Bandar Lampung.
Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
"Laka lantas itu terjadi pada hari Sabtu, Tanggal 27 Juli 2019, Sekitar Pukul 22.30 WIB, di Tol Cipali KM. 133/900 Jalur A dan Jalur B Kabupaten Indramayu," ujar dia saat dikonfirmasi Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (28/7/2019).
Kondisi bus yang mengalami kecelakaan di Tol Cipali wilayah Indramayu.
Ia mengatakan, saat kejadian Bus Sinar Jaya datang dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Setibanya di KM 130/900 bus menabrak bagian belakang truk yang ada di depannya.
Setelah menabrak, bus kemudian oleng dan menyebrang ke jalur berlawanan lalu bertabrakan dengan Avanza.
"Tabrakan pun tidak terelakkan," ucap Kapolres Indramayu.
Ia menambahkan, supir bus diduga dalam keadaan mengantuk sehingga menabrak kedua kendaraan tersebut.
Posisi terakhir tiga kendaraan itu, truk fuso tersungkur di parit jalur A, Bus Sinar Jaya dan Avanza terguling miring di jalur B.
Avanza keadaannya sudah tidak berbentuk karena kerasnya tabrakan.
Kapolres Indramayu mengatakan, supir Bus Sinar Jaya atas nama Jaenal Abidin melarikan diri seusai kejadian.
7. Bus Sinar Jaya Tabrak Arimbi di Cipali, Tujuh Orang Tewas
Kecelakaan maut terjadi di Tol Cipali, Kamis (14/11/2019) dini hari.
Bus Sinar Jaya oleng dan menabrak bus Arimbi dari arah berlawanan.
Menurut informasi, kecelakaan terjadi di KM 117+800, Kabupaten Subang.
Diduga kecelakaan karena sopir bus mengantuk.
Kanit PJR Tol Cipali, AKP Aziz S, di Kompas TV mengatakan, peristiwa terjadi di Desa Padaasih, Cibogo, Kabupaten Subang.
"Diduga sopir mengantuk dan masuk ke arah berlawanan," katanya.
Bus Sinar Jaya saat itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Akibat kejadian ini tujuh penumpang tewas.
Enam penumpang lain mengalami luka.
Korban dibawa ke RSUD Ciereng Subang.
"Kecelakaan tepatnya terjadi di KM 117+800," ujarnya.
Wartawan Kompas TV Gus Muhammad mengatakan, bus nahas itu oleng dan menyeberang median jalan.
"Dari arah Jakarta menuju Cirebon ada bus Arimbi. Bus Sinar Jaya menyerempet bus Arimbi," ucapnya.
Mengenai penyebab pasti kecelakaan, polisi kini masih melakukan penyelidikan kecelakaan maut ini.
8. Minubus Tabrak Truk, 6 Orang Tewas
Enam orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Tol Cipali, tepatnya di KM 113.200 Tol Cikopo Palimanan, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Minggu (1/12/2019).
"Betul, ada kecelakaan. Enam orang meninggal. Kecelakaan melibatkan Toyota Avanza B 1076 PVC dan truk B 9556 UIO di KM 113 Tol Cipali," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko via pesan elektroniknya, Minggu (1/12).
Ia mengatakan, mini bus Avanza dikendarai oleh Sutarno beserta lima penumpang lainnya datang dari arah Palimanan.
"Menabrak dari belakang truk yang dikemudikan Imron Fauzi yang berada di jalur lambat. Sopir mini bus atas nama Sutarno meninggal," ujar Trunoyudo.
Adapun identitas korban meninggal antara lain, Sutarno (44) warga Jakarta Selartan, Sukardi (42) warga Kota Tangerang, Sunarto (33) warga Jakarta Selatan, Tutik Kurniawati (34) warga Boyolali, Jawa Tengah,
"Dua orang lagi sedang diidentifikasi karena anak-anak, belum direkam KTP elektronik. Ada satu orang luka berat bernama Partini (41) asal Jakarta Selatan. Jenazah dan korban luka dibawa ke RSUD Ciereng, Subang," katanya.
Saat ini, polisi dari Ditlantas Polda Jabar dan Satlantas Polres Subang sedang olah TKP di lokasi kejadian,
"Saat ini masih olah TKP," ujar Kompol Efos, Kanit Gakkum Ditlantas Polda Jabar.
Selama 2019, 32 Tewas di Tol Cipali, Akibat Mobil sebrangi Pembatas Jalan
Kecelakaan maut di Tol Cipali dengan kendaraan menyeberang ke jalur berlawan kembali terjadi, Kamis (14/11/2019).
Bus Sinar Jaya dari arah Cirebon tiba-tiba nyelonong ke tengah jalan dan menabrak Bus Arimbi Jaya Agung di jalur arah Jakarta.
Peristiwa pada Kamis (14/11) di KM 117 itu menewaskan tujuh penumpang bus Arimbi Jaya Agung. Olah TKP digelar di lokasi kejadian dipimpin Direktur Gakkum Korlantas Mabes Polri, Brigjen Hariyanto.
"Evaluasi data kami sepanjang 2019 area Tol Cipali sudah 22 kejadian kendaran melintas atau menyebrang lewat median jalan. Dari 22 kejadian korbannya meninggal dunia 32 orang, belum lagi luka berat dan lainnya," ujar Hariyanto. (data termasuk belum termasuk data kecelakaan Minubus Tabrak Truk, 6 Orang Tewas yang terjadi pada , Minggu (1/12/2019)).
Pantauan Tribun, sejak Tol Cipali diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2015, Tol Cipali memang tak diberi pembatas jalan antar jalur.
Batas jalur arah Cirebon dan Jakarta beberapa diantaranya hanya tanah saja. Beda halnya dengan Tol Cipularang atau Jakarta-Cikampek yang diberi pembatas jalan berupa dinding beton.
"Akan berharap pada stakeholder mungkin ada upaya untuk minimal mencegah supaya tidak terjadi lagi kecelakaan karena kendaraan menyeberang dari jalur A ke jalur B atau sebaliknya," kata Hariyanto.
Salah satunya kata dia, dengan membuat pembatas jalur dan B. Itu tidak bisa dieksekusi oleh Polri tetapi melibatkan banyak pihak seperti PT Lintas Marga Sedaya selaku operator Tol Cipali.
"Karena itu tidak menyangkut Korlantas Polri saja, mohon kiranya ada tindak lanjut bersama membuat solusi supaya tidak terulang lagi kejadian seperti ini. Apalagi, sebentar lagi musim liburan Natal dan Tahun Baru, jadi pasti jalur ini akan penuh," ujar dia.
Sopir bus Sinar Jaya, Sanudin (46) warga Kecamatan Lebak Siu Kabupaten Pekalongan selamat dalam peristiwa itu.
Ia dirawat di IGD RSUD Ciereng, Kabupaten Subang. Pantauan Tribun, perban tampak melingkar di kepalanya serta menempel di pipi kanan. Hasil rontgen sempat ia pegang.
"Dari Jakarta saya jam 21.00 bawa 14 penumpang. Sepanjang jalan saya ambil jalur kiri. Sebelum kejadian, saya ambil kanan lalu ke jalur tengah karena kosong. Dari situ tiba-tiba bus ke tengah," ujar Sanudin.
Saat bus yang ia bawa tiba-tiba melaju ke tengah jalan, ia disadarkan teriakan penumpang. Sanudin mengaku sudah jadi sopir bus sejak 2015. Sebelum jadi sopir bus, ia sempat jadi sopir taksi dan truk.
"Penumpang di belakang teriak, pak awas nabrak sambil teriak. Dari situ saya sadar, saya banting ke kiri lalu pojokan bus nabrak bus Arimbi. Dari situ saya sempat tidak sadar," ujar Sanudin.
Ia kembali sadar setelah tabrakan tersebut. Ia mengaku kaca depan busnya pecah.
"Dari situ saya sadar, kepala saya berdarah. Saya berdiri dan ngecek penumpang, saya tanya ada korban gak, mereka jawab enggak ada korban. Saya lalu nunggu ambulans," ujarnya. (*)