Kaleidoskop 2019

KALEIDOSKOP 2019, Deretan Kecelakaan di Tol Cipali, Mulai Bus vs Truk hingga yang Tewaskan 12 Orang

Jalan Tol Cipali ( Cikopo - Palimanan) masih dinilai rawan kecelakaan oleh pengendara maupun para pemegang kebijakan terkait lalu lintas jalan raya

Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Dedy Herdiana
Kolase Tribun Jabar (ISTIMEWA)
Ilustrasi: KALEIDOSKOP 2019, Deretan Kecelakaan di Tol Cipali, Mulai Bus vs Truk hingga yang Tewaskan 12 Orang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jalan Tol Cipali ( Cikopo - Palimanan) masih dinilai rawan kecelakaan oleh pengendara maupun para pemegang kebijakan terkait lalu lintas jalan raya.

Memasuki libur Natal dan Tahun Baru, Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan pengendara yang melintasi Tol Cipali diminta untuk selalu berhati-hati dan segera beristirahat jika sudah merasa lelah. 

Direktur Gakkum Korlantas Mabes Polri, Brigjen Hariyanto pun medio November lalu, menyebutkan bahwa sepanjang 2019 sudah 22 kejadian kecelakan kendaraan akibat melintas atau menyebrang lewat median jalan di Tol Cipali dengan menewaskan 32 orang.

Sementara itu berdasarkan catatan Tribunjabar.id, kecelakaan lalu lintas atau tabrakan di Tol Cipali sepanjang 2019 membukukan 8 kecelakaan menonjol.

Mulai dari kecelakaan perdana di awal tahun hingga tabrakan beruntun yang menewaskan 12 orang, dan yang terbaru di Bulan Desember ini minibus menabrak truk menewaskan 6 orang.

Berikut delapan kecelakaan menonjol di Tol Cipali :

1. Kecelakaan Perdana di Tahun 2019 Tewaskan 1 Orang

Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas tol Cipali KM 87 A, Subang, yang mengakibatkan lima orang menjadi korban.

Tepatnya, kecelakaan terjadi di Tol Cipali arah Cikopo menuju Palimanan, Kecamatan Cipeundeuy, Subang, pada Sabtu (5/1/2019) pagi.

Satu dari lima korban, yang sedang dalam perjalanan menuju Yogyakarta, meninggal dunia sesaat setelah kejadian.

Empat korban luka yaitu Paniem (60), Mudiah (38), Agnes (25), dan Jeni Damayanti (68), sementara Robiah (60), yang merupakan warga Gunungkidul menjadi korban meninggal dunia.

Kepala PJR tol Cipali, AKP Azis Syaripudin membenarkan adanya kejadian kecelakaan tersebut.

"Kecelakaan terjadi diduga pengemudi travel Agung Trans bernopol B 7628 FAA, Aip Saefrudin (40) tidak bisa mengendalikan kendaraannya," kata Azis.

2. Minibus Tabrak Fuso di Cipali, 5 Orang Tewas, 3 Balita Selamat

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di Tol Cipali KM 78+300 A, Purwakarta, yang terjadi Minggu (3/3/2019) mengakibatkan 5 orang meninggal dunia.

Kecelakaan itu melibatkan kendaraan Elf bernopol E 7027 KA yang menabrak bagian belakang Truk Fuso bernopol BE 9069 QC.

Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adipratama mengatakan korban meninggal dunia menjadi lima orang, termasuk satu orang sopir.

"Dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, tiga orang di rumah sakit, serta 10 orang penumpang lainnya mengalami luka ringan," kata AKP Ricky Adipratama saat ditemui di RS MH Thamrin, Bungursari, Purwakarta, Senin (4/3/2019).

3. Tabrakan Beruntun, 4 Orang Tewas

Tabrakan beruntun terjadi di KM 138 Tol Cikampek-Palimanan (Tol Cipali), Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Kanit PJR Tol Cipali, AKP Aziz Syarifudin, mengatakan, peristiwa yang terjadi kira-kira pukul 14.30 WIB itu melibatkan tiga unit mobil.

"Dalam peristiwa (kecelakaan beruntun) ini 4 orang meninggal dunia, 4 orang mengalami luka berat, dan 5 orang luka ringan," ujar Aziz Syarifudin melalui pesan singkatnya.

Peristiwa kecelakaan beruntun di KM 138 Tol Cipali bermula saat mobil jenis Honda CRV berpelat nomor B 114 BIL melintas dari arah Palimanan menuju Cikopo.

Mobil yang dikemudikan Kusno Sujarwasi warga Pemalang itu tiba-tiba menabrak Mitsubishi Pajero berpelat nomor D 1537 PN.

Selanjutnya Honda CRV itu oleng ke kiri menabrak petugas maintance yang sedang membabat rumput di row jalan.

Sementara Mitsubishi Pajero yang oleng ke kanan itu menyebrang hingga ke jalur A dan menabrak kendaraan Toyota Hice yang berpelat nomor B 7264 AW sehingga terbalik di lajur satu.

"Semua korban langsung dievakuasi ke RS Syaiful Anwar, Pagaden, Subang," kata Aziz Syarifudin.

4. Tabrakan Beruntun Akibatkan 12 Orang Tewas

Kecelakaan beruntun menewaskan 12 orang terjadi di KM 150+900 jalur A Tol Cikopo-Palimanan, Senin (17/6/2019) dini hari.

Saat ini, Satlantas Polres Majalengka masih menangani pascakejadian.

"Betul, lokasi kejadian di KM 150+900 jalur A. Korban meninggal 12 orang, luka berat empat orang, luka ringan 20 orang,"' ujar Direktur Ditlantas Polda Jabar, Kombes M Aris via pesan elektroniknya, Senin (17/6/2019).

Ia mengatakan, kejadian tersebut bermula dari oleng dan tak terkendalinya bus Safari Lux Salatiga di jalur menuju Cirebon kemudian masuk ke jalur B atau ke jalur menuju Jakarta.

"Selanjutnya bus tersebut menabrak kendaraan Innova. Di belakang truk Innvova itu ada truk pengangkut ayam tapi dia bisa menghindar. Di belakangnya lagi ada kendaraan Expander dan menabrak bus Safari itu," ujar Aris.

Enam orang penumpang Mitsubishi Expander meninggal dalam tabrakan tersebut.

Tiga orang penumpang Innova bernasib sama.

Pihaknya berduka cita atas kejadian tersebut.

Adapun lalu lintas di Tol Cipali saat kejadian, kata dia, dalam kondisi lancar.

"Tiga penumpang bus meninggal dunia," ujar Aris.

Korban dievakuasi ke rumah sakit di Majalengka.

Selain 12 orang meninggal, empat orang mengalami luka berat dan 20 orang luka ringan.

Kronologis Kejadian

Berdasarkan rilis yang diterima Tribun Jabar, kecelakaan beruntun ini bermula dari bus Safari Lux Salatiga.

Bus berplat nomor H-1469-CB ini melaju di Tol Cipali dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Sang sopir diduga mengantuk sehingga bus malah masuk ke jalur lain.

Ujungnya, bus tersebut menambrak kendaraan lain yang ada di depannya.

Ada tiga kendaraan yang kena imbasnya.

Pertama, Toyota Kijang Inova berplat nomor B-168-DIL.

Kedua, Mitsubishi Xpnder berplat nomor B-8137-PI.

Ketiga, truk berplat nomor R-1436-ZA.

Akibatnya, kecelakaan beruntun pun menelan korban jiwa.

5. Minubus vs Pikap Mengakibatkan 5 Orang Tewas

Kecelakaan terjadi di Tol Cipali KM 154+800A, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (19/7/2019) pukul 23.00 WIB.

Kecelakaan itu melibatkan mobil APV dan mobil mobil pikap yang datang dari Cirebon menuju Jakarta.

"Telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 154.800 (dari Jakarta menuju Cirebon) wilayah Kabupaten Majalengka. Meninggal 5 orang, luka berat 3 orang," kata Kapolres Majalengka AKBP Mariyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/7/2019).

Informasi yang diterima, kejadian bermula saat kendaraan mobil pikap datang dari arah Cirebon menuju arah jakarta.

Setiba di TKP, diduga pengemudi kendaraan mobil pikap mengantuk sehingga mobil pikap menyebrang dari jalur B ke jalur A, kemudian menabrak mobil APV yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Kedua kendaraan terbakar di lajur satu atau lajur lambat dengan posisi akhir kendaraan mobil pikap terbalik miring di bahu jalan dengan kedua roda kanan di atas.

Sedangkan, kendaraan APV normal menghadap timur di lajur lambat

"Korban terbakar di dalam kendaraan APV. Lalu pelat nomor kendaraan APV terbakar tidak terbaca," lanjut AKBP Mariyono.

Sementara itu, korban meninggal dunia dibawa ke RS Cideres Majalengka. Sementara korban luka berat dibawa ke RS Plumbon untuk mendapat perawatan.

6. Bus Tabrak Truk Lalu Hantam Avanza, Bapak dan 2 Anak Tewas

Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Tol Cipali.

Kali ini kecelakaan beruntun itu melibatkan Bus Sinar Jaya bernomor polisi B 7021IZ, truk fuso bernomor polisi K 1877 AC, dan Toyota Avanza bernomor polisi BE 1599 AJ.

Akibat kejadian itu, diketahui tiga penumpang Avanza meninggal dunia dan 10 lainnya luka-luka.

Ketiga korban meninggal adalah, Syahrial (sopir Avanza) dan kedua anaknya, Talita serta Arkan.

Ketiganya warga Kelurahan Gedong Meneng, Bandar Lampung.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

"Laka lantas itu terjadi pada hari Sabtu, Tanggal 27 Juli 2019, Sekitar Pukul 22.30 WIB, di Tol Cipali KM. 133/900 Jalur A dan Jalur B Kabupaten Indramayu," ujar dia saat dikonfirmasi Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (28/7/2019).
Kondisi bus yang mengalami kecelakaan di Tol Cipali wilayah Indramayu.

Ia mengatakan, saat kejadian Bus Sinar Jaya datang dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Setibanya di KM 130/900 bus menabrak bagian belakang truk yang ada di depannya.

Setelah menabrak, bus kemudian oleng dan menyebrang ke jalur berlawanan lalu bertabrakan dengan Avanza.

"Tabrakan pun tidak terelakkan," ucap Kapolres Indramayu.

Ia menambahkan, supir bus diduga dalam keadaan mengantuk sehingga menabrak kedua kendaraan tersebut.

Posisi terakhir tiga kendaraan itu, truk fuso tersungkur di parit jalur A, Bus Sinar Jaya dan Avanza terguling miring di jalur B.

Avanza keadaannya sudah tidak berbentuk karena kerasnya tabrakan.

Kapolres Indramayu mengatakan, supir Bus Sinar Jaya atas nama Jaenal Abidin melarikan diri seusai kejadian.

7. Bus Sinar Jaya Tabrak Arimbi di Cipali, Tujuh Orang Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Tol Cipali, Kamis (14/11/2019) dini hari.

Bus Sinar Jaya oleng dan menabrak bus Arimbi dari arah berlawanan.

Menurut informasi, kecelakaan terjadi di KM 117+800, Kabupaten Subang.

Diduga kecelakaan karena sopir bus mengantuk.

Kanit PJR Tol Cipali, AKP Aziz S, di Kompas TV mengatakan, peristiwa terjadi di Desa Padaasih, Cibogo, Kabupaten Subang.

"Diduga sopir mengantuk dan masuk ke arah berlawanan," katanya.

Bus Sinar Jaya saat itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cirebon menuju Jakarta.

Akibat kejadian ini tujuh penumpang tewas.

Enam penumpang lain mengalami luka.

Korban dibawa ke RSUD Ciereng Subang.

"Kecelakaan tepatnya terjadi di KM 117+800," ujarnya.

Wartawan Kompas TV Gus Muhammad mengatakan, bus nahas itu oleng dan menyeberang median jalan.

"Dari arah Jakarta menuju Cirebon ada bus Arimbi. Bus Sinar Jaya menyerempet bus Arimbi," ucapnya.

Mengenai penyebab pasti kecelakaan, polisi kini masih melakukan penyelidikan kecelakaan maut ini.

8. Minubus Tabrak Truk, 6 Orang Tewas

‎Enam orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Tol Cipali, tepatnya di KM 113.200 Tol Cikopo Palimanan, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Minggu (1/12/2019).

"Betul, ada kecelakaan. Enam orang meninggal. Kecelakaan melibatkan Toyota Avanza B 1076 PVC dan truk B 9556 UIO di KM 113 Tol Cipali," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko via pesan elektroniknya, Minggu (1/12).

Ia mengatakan, mini bus Avanza dikendarai oleh Sutarno beserta lima penumpang lainnya datang dari arah Palimanan.

"Menabrak dari belakang truk yang dikemudikan Imron Fauzi ‎ yang berada di jalur lambat. Sopir mini bus atas nama Sutarno meninggal," ujar Trunoyudo.

Adapun identitas korban meninggal antara lain, Sutarno (44) warga Jakarta Selartan, Sukardi (42) warga Kota Tangerang, ‎Sunarto (33) warga Jakarta Selatan, Tutik Kurniawati (34) warga Boyolali, Jawa Tengah,

"Dua orang lagi sedang diidentifikasi karena anak-anak, belum direkam KTP elektronik. Ada satu orang luka berat bernama Partini (41) asal Jakarta Selatan. Jenazah dan korban luka dibawa ke RSUD Ciereng, Subang," katanya.

Saat ini, polisi dari Ditlantas Polda Jabar dan Satlantas Polres Subang sedang olah TKP di lokasi kejadian,

"Saat ini masih olah TKP," ujar Kompol Efos, Kanit Gakkum Ditlantas Polda Jabar.

Selama 2019, 32 Tewas di Tol Cipali, Akibat Mobil sebrangi Pembatas Jalan

Kecelakaan maut di Tol Cipali dengan kendaraan menyeberang ke jalur berlawan kembali terjadi, Kamis (14/11/2019).

Bus Sinar Jaya dari arah Cirebon tiba-tiba nyelonong ke tengah jalan dan menabrak Bus Arimbi Jaya Agung ‎di jalur arah Jakarta.

Peristiwa pada Kamis (14/11) di KM 117 itu menewaskan tujuh penumpang bus Arimbi Jaya Agung. Olah TKP digelar di ‎lokasi kejadian dipimpin Direktur Gakkum Korlantas Mabes Polri, Brigjen Hariyanto.

"Evaluasi data kami sepanjang 2019 area Tol Cipali sudah 22 kejadian kendaran melintas atau menyebrang lewat median jalan. Dari 22 kejadian korbannya meninggal dunia 32 orang, belum lagi luka berat dan lainnya," ujar Hariyanto. (data termasuk belum termasuk data kecelakaan Minubus Tabrak Truk, 6 Orang Tewas yang terjadi pada , Minggu (1/12/2019)).

Pantauan Tribun, sejak Tol Cipali diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2015, Tol Cipali memang tak diberi pembatas jalan antar jalur.

Batas jalur arah Cirebon dan Jakarta beberapa diantaranya hanya tanah saja. Beda halnya dengan Tol Cipularang atau Jakarta-Cikampek yang diberi pembatas jalan berupa dinding beton.

‎"Akan berharap pada stakeholder mungkin ada upaya untuk minimal mencegah supaya tidak terjadi lagi kecelakaan karena kendaraan menyeberang dari jalur A ke jalur B atau sebaliknya," kata Hariyanto.

Salah satunya kata dia, dengan membuat pembatas jalur dan B. Itu tidak bisa dieksekusi oleh Polri tetapi melibatkan banyak pihak seperti PT Lintas Marga Sedaya selaku operator Tol Cipali.

"Karena itu tidak menyangkut Korlantas Polri saja, mohon kiranya ada tindak lanjut bersama membuat solusi supaya tidak terulang lagi kejadian seperti ini. Apalagi, sebentar lagi musim liburan Natal dan Tahun Baru, jadi pasti jalur ini akan penuh," ujar dia.

Sopir bus Sinar Jaya, Sanudin (46) warga Kecamatan Lebak Siu Kabupaten Pekalongan selamat dalam peristiwa itu.

Ia dirawat di IGD RSUD Ciereng, Kabupaten Subang. Pantauan Tribun, perban tampak melingkar di kepalanya serta menempel di pipi kanan. Hasil rontgen sempat ia pegang.

"Dari Jakarta saya jam 21.00 bawa 14 penumpang. Sepanjang jalan saya ambil jalur kiri. Sebelum kejadian, saya ambil kanan lalu ke jalur tengah karena kosong. Dari situ tiba-tiba bus ke tengah," ujar Sanudin.

Saat bus yang ia bawa tiba-tiba melaju ke tengah jalan, ia disadarkan teriakan penumpang. Sanudin mengaku sudah jadi sopir bus sejak 2015. Sebelum jadi sopir bus, ia sempat jadi sopir taksi dan truk.

"Penumpang di belakang teriak, pak awas nabrak sambil teriak. Dari situ saya sadar, saya banting ke kiri lalu pojokan bus nabrak bus Arimbi. Dari situ saya sempat tidak sadar," ujar Sanudin.

Ia kembali sadar setelah tabrakan tersebut. Ia mengaku kaca depan busnya pecah.

"Dari situ saya sadar, kepala saya berdarah. Saya berdiri dan ngecek penumpang, saya tanya‎ ada korban gak, mereka jawab enggak ada korban. Saya lalu nunggu ambulans," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved