Kisah Pengusaha Helm RSV Asal Bandung Setelah Bikin 80 Ribu Helm Ojol

Kapasitas produksi kami sudah 30 ribu unit helm dalam sebulan. Target tahun depan kami bakal tambah

Kisah Pengusaha Helm RSV Asal Bandung Setelah Bikin 80 Ribu Helm Ojol
Tribun Jabar/Agung Yulianto
Ilham Pratama (kiri) dan Richard Ryan (kanan) memperlihatkan produk saat peluncuran RSV Store Buahbatu, Kota Bandung, Sabtu (16/11/2019). 

CERITA bisnis Ilham Pratama dan Richard Ryan berubah setelah menerima pesanan pembuatan 80 ribu helm dari sebuah operator ojek online (ojol) pada 2015.

Pada 2012, Ilham membuat helm custom dengan merek RSV. Dia kemudian meminta bantuan Richard untuk memasarkan produk helm yang di-repaint.

Ilham dan Richard adalah teman dekat sejak bersekolah di SMAN 2 Bandung.

Direktur RSV Helmet Richard Ryan mengatakan Ilham membuat helm custom dibantu dua karyawan. Helm yang sudah ada di-repaint menggunakan printing.

"Kendalanya, dia produksi dan mempercayakan penjualan ke saya," ujar Richard kepada Tribun di RSV Store di Jalan Cikutra, Kota Bandung, Rabu (18/12/2019).

Dengan berbekal basic digital marketing, Richard memasarkan helm custom buatan Ilham.

Tak disangka, penjualan lewat online begitu tinggi hingga mencapai omzet Rp 300 juta atau 40 helm dalam sebulan pada 2013.

Pemain helm custom belum banyak pada saat itu. Penjualan terbesar ada di Jakarta dan Bandung.

"Saat itu karyawan ada lima orang. Kami pasarkan lewat online. Pasar selain Jakarta dan Bandung adalah Papua dan Kalimantan," ucap pria jebolan IT Universitas Budi Luhur ini.

Melihat bisnis helm yang visible, mereka kemudian mengubah produk dari custome ke helm promosi.  Ternyata, pasar helm promosi lebih menggiurkan dibandingkan custom.

Halaman
123
Penulis: Agung Yulianto Wibowo
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved