Wakepsek Meninggal di Sekolah

Yusuf Menolak Dijadikan Kepala Sekolah, Pria yang Meninggal Saat Mengisi E-Rapor di Garut

Sepeninggal Yusuf (58), Wakil Kepala SMPN 2 Pangatikan, Kabupaten Garut yang meninggal saat mengisi E-Rapor

Yusuf Menolak Dijadikan Kepala Sekolah, Pria yang Meninggal Saat Mengisi E-Rapor di Garut
istimewa
Jasad Yusuf (58), saat disemayamkan di ruang Kepala SMPN 2 Pangatikan, Senin (16/12/2019). Yusuf meninggal saat tengah mengisi E-Raport di sekolahnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sepeninggal Yusuf (58), Wakil Kepala SMPN 2 Pangatikan, Kabupaten Garut yang meninggal saat mengisi E-Rapor, hanya Kepala SMPN 2 Pangatikan, Juhanda, yang berstatus sebagai PNS.

Sisanya, sebanyak 12 guru di SMPN 2 Pangatikan berstatus sebagai honorer. Juhanda menyebut, Yusuf sebagai perintis SMPN 2 Pangatikan.

"Dulu masih zaman seatap sama SMP Pangatikan, Pak Yusuf sudah di sana. Dia merintis sampai berdirinya SMPN 2 Pangatikan," kata Juhanda, Selasa (17/12/2019).

Juhanda mengaku, sangat kehilangan sosok Yusuf. Ia menyebut, Yusuf sebagai guru teladan. Yusuf pun menolak saat diberi kesempatan menjadi kepala sekolah.

Sebanyak 1.856 Peserta CPNS di KBB Tidak Lolos Seleksi Administrasi, Ini Kesalahannya

"Dia enggak mau jadi kepala sekolah. Katanya sudah tua dan mau mengabdi di SMPN 2 Pangatikan," ucapnya.

Juhanda menambahkan, Yusuf menderita penyakit asam lambung. Saat mengisi E-Rapor, penyakitnya kambuh hingga akhirnya Yusuf meninggal dunia saat bertugas.

"Dia meninggalkan seorang istri dan empat anak. Yang bungsu masih sekolah di SMA 11 Garut," katanya.

Tunggakan Pajak Vila di Cipanas Cianjur Capai Miliaran, Modus Vila Kosong Pemilik Kabur Saat Ditagih

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved