Teror Ular Kobra di Tasik

Petugas Damkar Kota Tasikmalaya Mulai Ikut Berburu Ular Kobra di Perumahan Tata Lestari

Petugas Damkar Kota Tasikmalaya mendatangi lokasi teror anak kobra di Perumahan Tata Lestari, bermaksud ikut membantu berburu ular di perumahan itu

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Petugas Damkar Kota Tasikmalaya dibantu seorang buruh bangunan memasukkan anak ular kobra yang masih hidup ke dalam karung, Selasa (17/12/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Tiga anak kobra hasil tangkapan yang masih hidup diserahkan warga Perumahan Tata Lestari, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, kepada petugas pemadam kebakaran ( Damkar) Kota Tasikmalaya, Selasa (17/12/2019).

Sejumlah petugas Damkar Kota Tasikmalaya mendatangi lokasi teror anak kobra di Perumahan Tata Lestari, bermaksud ikut membantu berburu ular di perumahan itu. Mereka datang dengan membawa peralatan lengkap penangkap ular.

Ketiga ular yang masih berada dalam dua botol air mineral bekas, dengan hati-hati dipindahkan ke dalam karung.

Petugas Polsek Singaparna memeriksa semak-semak di rumah kosong di lokasi teror anak kobra di Perumahan Tata Lestari, Desa Cikandongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (17/12/2019).
Petugas Polsek Singaparna memeriksa semak-semak di rumah kosong di lokasi teror anak kobra di Perumahan Tata Lestari, Desa Cikandongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (17/12/2019). (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Polisi dan Pihak Desa Tinjau Lokasi Teror Anak Ular Kobra di Tasikmalaya, Ibu-ibu Masih Khawatir

Cerita Aneh Sebelum Teror Kobra di Tasik, Ada Warga Bermimpi Didatangi Wanita Cantik Minta Dibukakan

Walau hampir dua hari diamankan di dalam botol, ketiga anak ular masih tampak beringas. Bahkan melebarkan lehernya.

"Sebelumnya kami sempat kebingungan mau diapakan ular hidup ini. Awalnya ada empat. Yang satu dilepas ke sungai yang jauh dari sini. Untung ada petugas damkar. Ya kami serahkan saja," kata Ketua RW 10 Perumahan Tata Lestari, Dedi ZM, seusai penyerahan ular.

Sejumlah petugas damkar langsung menyisir titik-titik yang dicurigai sebagai sarang kobra.

Tumpukan bata, genting serta batu yang ada di lingkungan perumahan dibongkar. Diantaranya di rumah milik Sopyan yang tiga kali ditemukan ular di sana serta rumah kosong.

Situasi menegang ketika petugas membongkar tumpukan bata yang menempel ke tembok rumah kosong dipenuhi semak-semak.

Di kawasan itu pula, menurut perkiraan warga belasan anak ular bermunculan.

Namun setelah seluruh bata disingkirkan, petugas tak menemukan ular. Yang ada malah kecoa dan kaki seribu. Tapi petugas menemukan lubang yang masuk ke bawah pondasi rumah.

"Kami mencurigai lubang yang ditemukan itu sebagai tempat bersembunyi anak-anak ular ini. Tapi lubang itu tidak bisa dibongkar karena di atasnya ada bangunan rumah," kata Kabid Damkar, Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya, Mulyono.

Mulyono meminta warga jika menemukan kembali ular. Apalagi yang besar sebaiknya tidak gegabah. "Anak-anak juga harap dijaga. Kalau ada ular lagi hati-hati, terutama yang besar. Segera hubungi kami," katanya. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved