Di Depan Para Guru Besar UPI, Syaiful Huda Sebut Pendidikan Mestinya Berpijak pada Enam Syarat Ini

Untuk merespon kebijakan baru di bidang pendidikan, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda melontarkan enam syarat

Editor: Ichsan
istimewa
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda (tengah), Rektor UPI Prof Dr HR Asep Kadarohman MSi (kanan) dan Moderator Prof Karim Suryadi (kiri) menjelaskan kitab taklim mutaklim sebagai pijakan pendidikan dalam acara refleksi akhir tahun Bidang pendidikan yang digelar di Kampus UPI Bandung, di Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa,(17/12/2019). 

“Di sini pendidikan dasar dan menengah ada sekitar 44,7 juta orang, mahasiswa kita sekitar 6,382 juta. Jadi sebetulnya Indonesia itu baru level SMP kelas 2,” terangnya.

Ia pun tidak membantah dengan pernyataan Presiden Jokowi soal dunia tenaga kerja Indonesia yang 58 persennya baru lulusan SD dan SMP. Bahkan 75 persennya itu lulusan sekolah dasar.

Final Liga 1 Putri, Persib Putri Melawan PS Tira Persikabo Putri, Sebelumnya Sempat Ada Perdebatan

“Kadang-kadang kita tidak menyadari dengan hal tersebut. Kita di perguruan tinggi kan sudah pada S2 S3, namun kenyataannya pekerja kita kebanyakan lulusan SD dan SMP.  Kalau dikaitkan dengan industri 4,0 memang tidak salah. Coba kalau saya turun ke jalan itu lebih banyak Gojek sama Grab (ojek online), karena memang secara kompetensi itu ada di sana,” katanya.

Salah satu upaya dalam mengejar kompetensi SDM Indonesia, kata Asep, pihaknya tengah fokus menyiapkan guru-guru SMK yang berkompeten demi mendukung program pemerintah sesuai Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016.

“Sekitar 60 persen SMK kita tidak terakreditasi. Dari komposisi guru, guru produktifnya lebih kecil dari guru adaftif dan guru normatifnya. Jadi terbayang di SMK itu yang diajarkan seperti apa,” kata Asep.


Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved