Di Depan Para Guru Besar UPI, Syaiful Huda Sebut Pendidikan Mestinya Berpijak pada Enam Syarat Ini

Untuk merespon kebijakan baru di bidang pendidikan, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda melontarkan enam syarat

Di Depan Para Guru Besar UPI, Syaiful Huda Sebut Pendidikan Mestinya Berpijak pada Enam Syarat Ini
istimewa
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda (tengah), Rektor UPI Prof Dr HR Asep Kadarohman MSi (kanan) dan Moderator Prof Karim Suryadi (kiri) menjelaskan kitab taklim mutaklim sebagai pijakan pendidikan dalam acara refleksi akhir tahun Bidang pendidikan yang digelar di Kampus UPI Bandung, di Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa,(17/12/2019). 

TRIBUNJABAR.ID – Untuk merespon kebijakan baru di bidang pendidikan, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda melontarkan enam syarat agar dijadikan pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan oleh pemerintah.

Hal itu disampaikannya dalam Seminar Refleksi Akhir Tahun Bidang Pendidikan bertema “Desain Pendidikan Nasional untuk SDM Unggul Indonesia Maju” di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Selasa (17/12/2019).

“Saya ingin menyampaikan berbagai hal yang telah menjadi kebijakan dari menteri baru, Nadiem Makarim. Dalam menuntut ilmu itu dulu ada syiiran dari kitab talim mutaalim. Ini masih relevan untuk kita renungkn bersama sebagai refleksi akhir tahun ini. Ada enam syarat dalam menuntut ilmu yang bermanfaat. Siapapun bisa memenuhi enam syarat ini,” kata Syaiful Huda di depan Rektor UPI Prof Dr HR Asep Kadarohman MSi, dan para guru besar serta jajaran civitas akademik UPI lainnya.

Keenam syarat tersebut, terang Huda, yakni kecerdasan yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik seperti yang disyaratkan dalam ajaran agama Islam. “Kalau tidak cerdas, ya harus dicerdaskan".

"Dengan asupan gzizi yang baik sejak dalam kandungan, itu bagian dari upaya pencerdasan. Karena itu revolusi putih itu penting,” katanya.

Pedagang di Pasar Baru Indramayu Siap Bawa Massa dalam Tiga Bus, Geruduk PTUN Bandung

Syarat kedua, yakni semangat untuk mengulang. Namun kondisi generasi muda saat ini terutama anak-anak sangatlah mengkhawatirkan dengan berkembangnya sarana teknologi informasi, yang telah mendorong mereka untuk belajar dengan cara yang instan melalui gawai.

“Anak-anak sekarang banyak tidak semangat menuntut ilmu karena gadget, konflik keluarga. Saat ini banyak generasi kita yang tidak sabar menuntut ilmu, bypass dengan googling,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Selanjutnya, kata Huda, masalah biaya. Ia mengapresiasi inisiatif pemerintah selama ini yang mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen. Kebijakan tersebut harus dipertahankan demi keberlangsungan pendididkan anak-anak Indonesia.

“Kalau rakyat tidak mampu, maka negara wajib mengintervensi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Huda, dalam petuah agama tersebut dijelaskan bahwa proses pendidikan bagi peserta didik mutlak harus berada di bawah bimbingan guru. Sebab, peserta didik harus mendapatkan pemahaman mengenai sumber ilmu yang dituntut.

Sudah Rusak, Kacamata John Lennon Dilelang Seharga Miliaran Rupiah

Halaman
12
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved