Kuliner Ekstrem di Solo, Daging Anjing, Bahan Dasar Dikirim dari Jawa Barat

Tekstur dan bentuk daging anjingnya mirip daging sapi jika digoreng oseng.

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Extrem Kuliner Hugjos, kedai daging anjing di Jalan Gilingan, Banjarsari, Kota Surakarta ,Rabu (11/12/2019). 

Di bawahnya, ditulis berbagai menu olahan daging anjing. Seperti rica daging basah, rica daging goreng, rica tulang basah, sate daging dan buntel hingga masak kering.

Extrem Kuliner Hugjos, kedai daging anjing di Jalan Gilingan, Banjarsari, Kota Surakarta ,Rabu (11/12/2019).
Extrem Kuliner Hugjos, kedai daging anjing di Jalan Gilingan, Banjarsari, Kota Surakarta ,Rabu (11/12/2019). (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

‎"Kami sudah 20 tahun mas. Ini tempat kedua karena sebelumnya sempat pindah," ujar Mas Ijey. Saat berbincang dengan Tribun, ia tampak sibuk melayani pengunjung yang datang.

Kedai dengan olahan daging anjing ini begitu terbuka. Tidak seperti di daerah di luar Solo yang menjualnya sembunyi-sembunyi untuk kalangan tertentu. Sehari, kedai itu menyembelih hampir 10 anjing.

"Di sini terbuka mas karena dijamin kesehatannya. Kalau siang sampai sore banyak pengunjungnya. Kami sore tutup karena habis. Sehari, kami memotong anjing paling sedikit delapan anjing," ujar dia.

Jika sehari untuk satu kedai memotong delapan anjing, ‎asumsinya, sebulan bisa 240 anjing dipotong untuk diolah jadi hidangan.

"Rata-rata segitu, itu untuk satu kedai ya. Kedai macam gini kan di Solo banyak mas," ujar dia.

Rekomendasi Kuliner Halal di Sudirman Street Food Bandung, Ada Oseng Cumi Extra L

Informasi yang dihimpun, Solo bukan daerah peternak anjing. Lantas dari mana anjing-anjing itu dipasok dari beberapa daerah di Jawa Barat.

"Kebanyaknnya dari Jabar mas, kaya Garut, Tasikmalaya sampai Majalengka. Kami pesan mereka kirim ke sini ‎rata-rata tiga hari sekali, sekitar 20 ekor lah. Harganya dari Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu per ekor. Setelah anjingnya dikirim, kami potong sendiri," ucapnya.

Anjing diangkut menggunakan truk dari Jawa Barat ke Solo. Setibanya di Solo, anjing dikirim ke tiap kedai yang memesan. ‎Anjing bukan makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat umum di Indonesia.

Di sisi lain, anjing identik dengan penyakit rabies.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved