Sering Dimarahi, Pria di Klaten Marah dan Bunuh Ayahnya, Setelah Itu Bersepeda Keliling Klaten

Warga Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten Johan, digegerkan dengan penemuan jasad yang sudah membusuk di sebuah rumah, Kamis (5/12

Sering Dimarahi, Pria di Klaten Marah dan Bunuh Ayahnya, Setelah Itu Bersepeda Keliling Klaten
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Wakapolres Klaten, Kompol Zulfikar Iskandar. 

TRIBUNJABAR.ID, KLATEN - Warga Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten Johan, digegerkan dengan penemuan jasad yang sudah membusuk di sebuah rumah, Kamis (5/12/2019).

Ketika ditemukan warga, jasad dengan identitas Girno (55) tersebut telah membusuk. Diduga pria tersebut telah tewas tiga hari sebelumnya.

Ternyata, Girno adalah korban penganiayaan anak kandungnya, Johan Okiyanto (29) pada Senin (2/12/2019), pukul 17.00 WIB.

Profil Heri Akhyar, Direksi Garuda Selain Ari Askhara yang Dipecat, Diisukan dengan Pramugari Cantik

Usai membunuh ayahnya, pelaku bersepeda ontel mengelilingi Kabupaten Klaten.

Tak hanya itu, pelaku membiarkan mayat ayah kandungnya membusuk selama tiga hari di dalam rumah.

Wakapolres Klaten Kompol Zulfikar Iskandar mengatakan, pembunuhan tersebut terungkap dari kecurigaan warga terhadap bau menyengat dari rumah korban.

"Setelah dicek, ternyata benar korban sudah meninggal dengan posisi terlentang di tempat tidur dan kondisi tubuh sudah membusuk," kata Zulfikar, di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2019).

Sebelum pembunuhan terjadi, keduanya terlibat adu mulut. Korban menyinggung sikap pelaku yang suka tidur dan mabuk-mabukan.

Puncaknya, korban mengambil dan menuangkan pasir di dekat pelaku yang saat itu tengah tidur.

"Pelaku memukul korban dengan tangan sebanyak dua kali mengenai pelipis korban. Pelaku emosi sering dimarahi korban karena belum punya pekerjaan," kata Zulfikar.

Langkah Nyata IndiHome untuk Indonesia Maju

Tak berhenti sampai di situ, pelaku mencekik leher ayahnya hingga tewas.

Pelaku ditangkap polisi kurang dari 24 jam setelah warga menemukan mayat korban, Jumat (6/12/2019).

Pelaku dijerat Pasal 44 ayat (3) tentang KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 (Kompas.com/Labib Zamani)

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved