Rencanakan Pulang Kampung? Yuk Hindari Macet, Ini Prediksi Waktu Puncak Libur Natal dan Tahun Baru

Kementerian perhubungan memprediksi puncak arus mudik dan balik liburan akhir tahun ini akan terjadi beberapa kali.

TRIBUN JABAR/Seli Andina Miranti
Ilustrasi arus mudik 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memprediksi puncak arus mudik dan balik libur Natal dan Tahun Baru tahun ini.

Kemenhub memprediksi puncak arus mudik dan balik liburan akhir tahun ini akan terjadi beberapa kali.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub, Sugihardjo, mengatakan, puncak mudik akan terjadi mulai akhir pekan depan.

Prediksi puncak arus mudik ini, Sugihardjo mengatakan, didapatnya berdasarkan hasil survei online.

Sementara itu, puncak seluruh moda transportasi dimulai pada 20-21 Desember mendatang.

Libur Akhir Tahun, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji di Garut

Meski begitu, kemungkinan untuk transportasi jenis bus akan terjadi pada Sabtu (21/12/2019).

Selain itu, Sugihardjo pun memprediksi akan ada lonjakan arus lalu lintas. Lonjakan ini akan kembali terjadi jelang malam natal (24/12/2019).

Ini, dikatakannya, karena kebanyakan para pekerja baru akan cuti bersama di tanggal tersebut.

Selain itu, lanjutnya, untuk puncak libur Tahun Baru diprediksi mulai dari 27 Desember 2019. Sedangkan untuk arus balik, khusus untuk moda transportasi darat, akan dimulai sejak 1-2 Januari 2020.

Sugihardjo menambahkan, dari survei online, untuk darat, waktu kepadatan akan dimulai dari pagi hari, yaitu dari pukul 04.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Jalur Kereta Bogor-Sukabumi Longsor, PT KAI Kerahkan 200 Pekerja, Jadwal Kereta Hari Ini Diliburkan

"Setelah itu naik lagi di jam 20.00 WIB sampai 22.00 WIB, waktu ini hampir sama dengan arus balik juga," ujar Sugihardjo.

Dirinya pun membeberkan, 60 persen pemudik akan didominasi dari Jakarta dan Jawa Barat.

Adapun tujuan terbanyak adalah 27 persen mengarah ke Jawa Tengah, 13 persen ke Yogyakarta dan Jawa Barat, dan sekitar 17 persen ke Jawa Timur.

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved