Endapan Lumpur yang Membuat Warga Terisolasi di Desa Cilangari KBB Sulit Disingkirkan

Lumpur yang menutupi jalan Kampung Hegarmanah, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat

Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Lumpur yang menutupi jalan Kampung Hegarmanah, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, GUNUNGHALU - Lumpur yang menutupi jalan Kampung Hegarmanah, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat ini masih sulit untuk disingkirkan.

Adanya lumpur dari luapan Sungai Cibuluh itu menutup akses warga setempat untuk beraktivitas, bahkan mereka terisolasi akibat tutupan lumpur tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Duddy Prabowo mengatakan, untuk membersihkan lumpur itu, pihaknya tidak bisa menurunkan alat berat karena akses jalan di sana kondisinya sempit.

"Akses jalan di sana menyulitkan petugas untuk menurunkan alat berat pengangkut lumpur. Jalan ke sana tidak bisa dilalui oleh alat berat," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (9/12/2019).

Buntut Kasus Siswa SMP Dianiaya 10 Siswa SMA, Polisi Sudah Periksa 8 Orang Saksi

Kendati demikian, Duddy menyebutkan, untuk akses warga di sana masih ada jalan alternatif. Namun warga harus memutar arah dengan waktu tempuh sekitar 15 menit karena jalan tersebut jarang dilalui.

Lumpur tutupi jalan di Desa Cilangari KBB
Lumpur tutupi jalan di Desa Cilangari KBB (Tribunjabar/Hilman Kamaludin)

Untuk saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB untuk membenahi jalur alternatif tersebut.

"Ini yang paling memungkinkan saat ini, karena alat berat sulit diturunkan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, adanya endapan lumpur yang cukup tinggi tersebut akibat hujan deras hingga membuat tanah dari perbukitan yang berada di belakang perkampungan terkikis sehingga menyumbat aliran sungai.

Seorang Ibu Masuk Lewat Jendela Selamatkan Anaknya yang Gantung Diri, Buka Lilitan Tali Tapi Sia-sia

Kepala Desa Cilangari, H Sobana, mengatakan akibat jalan di kawasan tersebut terendam lumpur, sekitar 20 KK dengan 60 jiwa yang terisolasi, sehingga warga harus menggunakan jalan yang lain.

"Mereka harus memutar sekitar 3-4 kilometer dengan jalan yang cukup sulit dilalui," ujarnya saat ditemui di Cilangari, Minggu (8/12/2019).

Sobana menjelaskan, jalan tersebut jarang dilewati karena medannya yang sangat ekstrem, terlebih jalan tersebut sudah dipenuhi rimbunnya rumput liar. Sehingga sebagian warga harus menebang rumput tersebut.

"Akses jalan mereka terendam (lumpur), jadi jalannya itu berbentuk cekungan. Sekarang tertutup oleh lumpur tebal," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved