Selasa, 7 April 2026

Di TK Ini Murid Terbiasa dengan Teman Berbeda Agama, Doa Bergantian dan Saling Menghormati

Membuat pola pikir generasi membaur dan menghormati toleransi tak terkotak-kotak oleh agama dan latar belakang

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ichsan
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Pemilik TK Sahabat, Reni, menyerahkan cinderamata kepada Anggota DPRD Susilawati saat mengunjungi sekolah yang mengajarkan perbedaan untuk saling menghormati sejak dini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Membuat pola pikir generasi membaur dan menghormati toleransi tak terkotak-kotak oleh agama dan latar belakang asal usul, menjadi alasan Reni membangun taman kanak-kanak Sahabat.

Muridnya kini ada 27 orang yang terdiri dari muslim dan non muslim. Ada empat orang pengajar dua dari muslim dan dua non muslim.

Sistem pengajaran sehari-hari pun dilakukan dengan cara alami tanpa mendikte harus membaur. Ibarat air mengalir, sehari-hari anak-anak belajar kompak dan saling menghormati satu sama lainnya.

"Ide awal saya membangun sekolah taman kanak-kanak ini karena didasari persatuan dan saling menghormati. Saya tak ingin anak-anak terkotak-kotak oleh agama dan latar belakang asal usul," ujar Reni di kawasan sekolah yang terletak di Grand Riviero, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jumat (6/12/2019).

Reni mencontohkan dalam memulai belajar misalnya, anak-anak yang beragama Islam membacakan doa belajar dan yang non muslim mendengarkan.

Libur Akhir Tahun, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji di Garut

Begitu sebaliknya, yang muslim giliran melihat temannya yang non muslim berdoa sesuai ajaran agama mereka masing-masing.

"Dua guru masuk dan membimbing serta menjelaskan perbedaan berdoa karena agama yang berbeda. Jadi sejak usia dini mereka diajarkan untuk saling menghormati perbedaan," ujar Reni.

Reni mengatakan ia merintis TK Sahabat dari tahun 2017. Saat ini ia telah meluluskan satu angkatan. Murid yang ada sekarang merupakan angkatan yang kedua.

"Muridnya masih berasal dari seputat Cianjur, paling jauh dari Ciranjang," ujar Reni.

Reni berharap lulusan dari TK Sahabat ketika masuk ke sekolah dasar sudah terbiasa dengan perbedaan agama dan latar belakang.

"Terpenting itu, saat mereka masuk SD, SMP, SMA, sudah terbiasa dan menghormati temannya yang berbeda agama, ini Indonesia yang bersatu dengan semua keragamannya," kata Reni.

Selain menerima murid berbeda agama, TK Sahabat juga menerima murid disabilitas. Namun karena fasilitas yang masih kurang ia berharap ada bantuan baik untuk pengajar dan fasilitas lainnya.

Adanya TK yang menerima murid dari berbagai agama dan latar belakang, diketahui oleh Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Susilawati, yang sedang melakukan reses.

Daftar Harga Hape Oppo Terbaru Desember 2019, yang Termurah Oppo A1K, Harganya Rp 1 Jutaan

"Saya melihat sekolah ini bagus, menerina murid dari berbagai agama dan latarbelakang, ada juga murid disabilitas," ujar Susi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved