Kehidupan

Memilukannya Hidup Casuni, Ibu di Indramayu Idap Penyakit Mematikan, Ditinggal Ayah, Suami, dan Anak

Casuni (19), seorang ibu di Blok Song Tengah, Pabean Udik, Indramayu, harus mengalami kisah hidup yang memilukan.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Hilda Rubiah
Kolase TribunJabar.id (TribunCirebon.com/Handhika Rahman dan istimewa)
Casuni (19), seorang ibu di Blok Song Tengah, Pabean Udik, Indramayu, harus mengalami kisah hidup yang memilukan. 

Surtini mengatakan, ayah Casuni pergi bekerja sebagai nelayan di Batam.

Karena itu, saat sedang sakit, Casuni hanya dirawat oleh neneknya yang sudah sangat tua.

Ia juga dirawat oleh bibinya yang tunawicara.

Warga saat membawa keranda mayat Casuni (19) warga Blok Song Tengah, Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu menuju pemakaman, Selasa (3/12/2019).
Warga saat membawa keranda mayat Casuni (19) warga Blok Song Tengah, Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu menuju pemakaman, Selasa (3/12/2019). (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Hanya Bisa Menangis

Saat teringat orang-orang terkasihnya, Casuni hanya bisa menangis.

Saking seringnya menangis, air matanya bahkan sampai tak bisa keluar lagi.

Ia hanya diminta dipertemukan dengan anak dan ayah kandungnya.

Namun apa daya, keinginannya tak terwujud sampai akhir hayatnya.

"Akibat sering menangis, bola mata Casuni seolah-olah seperti akan keluar," ujar Surtini.

Akhir Pilu Ibu Muda di Indramayu, Anak Diambil Paksa, Suami Pergi, Meninggal Dalam Kondisi Tragis

Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, kondisi Casuni sungguh mengkhawatirkan.

Casuni sudah tidak bisa bergerak.

Bahkan untuk berbaring saja ia sudah tidak mampu.

Tubuhnya kaku seluruhnya dan tidak bisa digerakkan.

kisah tragis casuni.
kisah tragis casuni. (TRIBUN JABAR)

Saat terlelap pun ia tidur dalam posisi duduk sembari kedua tangan memegangi kedua lututnya tersebut.

Kakinya bahkan sampai tak bisa diluruskan lagi.

Akibat keterbatasan ekonomi, Casuni tak bisa mendapatkan perawatan kesehatan maksimal.

"Sempat dirawat di rumah sakit bantuan dari Dinsos, tapi tidak lama, di sana tidak ada yang nungguin, neneknya sudah tua, bibinya kan tunawicara, jadi dirawatnya di rumah," ujar Surtini.

Saat jenazah Casuni disalatkan, raut wajah kesedihan tampak jelas dari nenek dan bibi Casuni

Mata keduanya juga terlihat sembab karena terus menangis.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved