SPP SMA SMK di Jabar Gratis

SPP Gratis SMA dan SMK di Jabar Tidak Hanya untuk Siswa di Sekolah Negeri

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan SPP gratis atau bantuan untuk siswa ini juga berlaku untuk siswa yang tidak lolos PPDB

Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: SPP SMA dan SMK gartis di Jabar tahun 2020 sudah disahkan 

Hal lain di bidang pendidikan yang tengah dibenahi, katanya, adalah pengadaan ruang kelas dan sekolah baru serta penyelesaian masalah kesejahteraan guru honorer. 

"Jadi poin ini adalah di mana kita ada keluangan, pasti kita akan perjuangkan, termasuk permasalahan guru honorer," katanya.

Gedung Sate yang menjadi pusat pemerintahan Pemprov Jabar.
Gedung Sate yang menjadi pusat pemerintahan Pemprov Jabar. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Sebelumnya, Emil mengatakan untuk bisa menggratiskan Sumbangan Pembinaan dan Pendidikan (SPP) SMA dan SMK negeri mulai 2020, dibutuhkan anggaran sangat besar, sampai Rp 2 triliun per tahun.

Emil mengatakan wacana penggratisan SPP ini harus mendapatkan persetujuan DPRD Jabar mengingat kebutuhan anggarannya besar dan pihaknya harus melakukan efisiensi di bidang lain.

“Insya Alloh tahun depan kalau tidak ada halangan dan dewan menyetujui, kita lakukan penghematan-penghematan. Sehingga hasil penghematannya kita bisa alokasikan untuk SPP ya,” kata Emil di Gedung Sate, Selasa (18/6/2019).

Tanggapi Pidato Mendikbud Nadiem Makarim, Ridwan Kamil : Pemprov dan Disdik Jabar Akan Terjemahkan

Mendikbud Nadiem Makarim - Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Mendikbud Nadiem Makarim - Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Kolase Tribun Jabar)

Menurut Emil, dalam rencana yang sudah dibahas pihaknya, SPP gratis akan diberikan juga pada siswa SMA dan SMK swasta yang berkategori miskin. Emil menghitung kebutuhan anggaran untuk membiayai kebijakan ini mencapai hampir Rp 2 triliun.

Meski besar, pihaknya menjamin upaya penghematan tidak akan menganggu anggaran pembangunan yang lain.

Dari penghematan dia berharap bisa menghasilkan anggaran yang cukup untuk menggratiskan SPP. 

Disambut Baik, DPRD : Itu Realisatis Banget

Sebelumnya, DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang kembali merencanakan penggratisan biaya sumbangan pembinaan dan pendidikan (SPP) di tingkat SMA dan SMK negeri di Jawa Barat

Anggota  DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan sebelumnya pada 2014-2015, saat masa jabatan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pemprov Jabar sempat menggratiskan SPP SMA dan SMK, sebelum pengelolaan SMA dan SMK diambil alih Pemprov Jabar sendiri.

Sekretaris Komisi 5 DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya
Sekretaris Komisi 5 DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya (Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam)

Dengan dasar pengalaman tersebut, anggota dewan dari Fraksi PKS ini mengatakan rencana Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggratiskan SPP SMA dan SMK di Jabar pun dinilai masuk akal dan bisa dilakukan kembali.

"Secara teknis, karena sudah pernah dilakukan, rencana itu realistis banget. Waktu itu dibantu dana BOS dari pusat, BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) dari provinsi, kemudian dibantu juga oleh dana dari kabupaten dan kota setempat," kata Abdul Hadi.

Penggratisan SPP SMA dan SMK di Jabar Realistis Banget

Setelah Pemprov Jabar mengambilalih pengelolaan SMA dan SMK, katanya, bantuan dari pemerintah kabupaten dan kota setempat dicabut. Akhirnya, siswa harus membayar kembali ratusan ribu rupiah untuk SPP.

Jika Pemprov Jabar bisa menganggarkan dana lebih untuk menggratiskan SMA dan SMK, katanya, hal tersebut mungkin terjadi, tergantung political will gubernurnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved