Penggratisan SPP SMA dan SMK di Jabar Realistis Banget

Sekretaris Komisi 5 DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan pada 2014-2015, Pemprov Jabar sempat menggratiskan SPP SMA dan SMK

Penggratisan SPP SMA dan SMK di Jabar Realistis Banget
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Sekretaris Komisi 5 DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang kembali merencanakan penggratisan biaya sumbangan pembinaan dan pendidikan ( SPP gratis) di tingkat SMA dan SMK negeri di Jawa Barat. 

Sekretaris Komisi 5 DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan sebelumnya pada 2014-2015, saat masa jabatan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pemprov Jabar sempat menggratiskan SPP SMA dan SMK, sebelum pengelolaan SMA dan SMK diambil alih Pemprov Jabar sendiri.

Dengan dasar pengalaman tersebut, anggota dewan dari Fraksi PKS ini mengatakan rencana Gubernur Jabar Ridwan Kamil program SPP gratis untuk tingkat SMA dan SMK di Jabar pun dinilai masuk akal dan bisa dilakukan kembali.

"Secara teknis, karena sudah pernah dilakukan, rencana itu realistis banget. Waktu itu dibantu dana BOS dari pusat, BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) dari provinsi, kemudian dibantu juga oleh dana dari kabupaten dan kota setempat," kata Abdul Hadi saat ditemui di Kantor DPRD Provinsi Jabar, Selasa (18/6/2019).

Ridwan Kamil Janji Tahun Depan SPP untuk SMP, SMA, dan SMK di Jabar Gratis

Setelah Pemprov Jabar mengambil alih pengelolaan SMA dan SMK, katanya, bantuan dari pemerintah kabupaten dan kota setempat dicabut. Akhirnya, siswa harus membayar kembali ratusan ribu rupiah untuk SPP.

Jika Pemprov Jabar bisa menganggarkan dana lebih untuk menggratiskan SMA dan SMK, katanya, hal tersebut mungkin terjadi, tergantung political will gubernurnya.

"Kami dengar di Jawa Timur sudah diberlakukan tahun ini. Kami segera kunjungan ke sana untuk melihat seperti apa proses supaya bisa APBD mengeluarkan uang lebih untuk menggratiskan pendidikan," ucapnya.

Pada dasarnya, kata Abdul Hadi, kebutuhan operasional pendidikan di SMA per siswa per tahun mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Selama ini biaya operasional tersebut dipenuhi oleh dana BOS sebesar Rp 1,4 juta dan Pemprov Jabar Rp 500 ribu. Dengan anggaran BPMU Jabar sekarang Rp 1,3 triliun, angka ini bisa ditingkatkan sampai Rp 2 triliun untuk bisa menutupi biaya operasional pendidikan di sekolah.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil masih menyusun rencana untuk menggratiskan biaya SPP untuk sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK. Persoalan itu dibawas Ridwan Kamil saat menghadiri rapat pimpinan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/6/2019).

Ridwan Kamil Sebut untuk Gratiskan SPP SMA dan SMK di Jabar, Butuh Dana Rp 2 Triliun

 "Tadi sudah dibahas insya Allah saya sebagai Gubernur sedang merencanakan tahun depan jika tak ada halangan, SMP dan SMA SPP-nya gratis. Insyaallah Pemprov Jabar sudah menghitung kalau tidak ada halangan maka SPP SMA dan SMK gratis tahun depan," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengatakan belum bisa menjelaskan secara rinci skema program itu. Namun, ia berharap kebijakan baru tersebut bisa meringankan biaya pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat. 

Dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini pun, katanya, Pemprov Jabar menambah 19.000 kursi untuk tingkat SMA sebagai buah penambahan ruang kelas baru di Jabar. (Adv/Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved