BNN Gerebek Pabrik Sumpit
Beredar Kabar Pabrik Sumpit di Tasik Produksi Pil PCC, BNN Agendakan Konfirmasi Hari Ini
Beredar kabar dalam sebuah pesan yang diterima Tribun Jabar penggrebekan itu terkait produksi obat-obatan terlarang jenis PCC.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Theofilus Richard
Dia juga bertanya-tanya mengenai aktivitas di dalam pabrik sehingga banyak petugas polisi di pabrik tersebut.
"Semenjak dari pukul 16.00 WIB sudah ramai kirain ada apa," ujarnya.
Sebelumnya, dua orang dari dalam pabrik langsung di bawa polisi ke arah Mapolsek Kawalu sekitar pukul 20.40 WIB.
Sementara itu berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lokasi Sejumlah petugas dengan kaus bertuliskan BNN, polisi, dan berseragam TNI bersiaga dan lalu lalang di lokasi.
Informasi yang dihimpun di lokasi, pabrik tersebut digrebek oleh BNN.
Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi, sehingga awak media maupun masyarakat tidak bisa mendekat untuk bisa memastikan.
Hingga kini belum bisa dipastikan penggerebekan terkait apa, karena pihak BNN maupun polisi belum bisa dimintai keterangan.
• BREAKING NEWS Pabrik Sumpit di Tasik Digrebek, Petugas BNN dan Polisi Bawa Pria dari Dalam Pabrik
Bos pabrik asal Cilacap
Dilaporkan, pemilik pabrik tersebut sudah menyewa tempat itu selama dua tahun.
Hal tersebut diketahui dari pemilik lahan yakni Oding Rohendi (66) saat dijumpai wartawan.
Lahan seluas sekitar 1.232 meter persegi itu, dikatakan Oding, disewa selama 5 tahun oleh JN yang diketahui asal Cilacap.
"Dikontrakan untuk dijadikan pabrik sumpit sudah 2 tahun terakhir. Kalau pabrik sumpit sudah beroperasi sejak 9 bulan karena sebelumnya direnovasi dahulu oleh penyewa," kata Oding saat ditemui di lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dua-orang-dibawa-dari-pabrik-sumpit.jpg)