BNN Gerebek Pabrik Sumpit
Beredar Kabar Pabrik Sumpit di Tasik Produksi Pil PCC, BNN Agendakan Konfirmasi Hari Ini
Beredar kabar dalam sebuah pesan yang diterima Tribun Jabar penggrebekan itu terkait produksi obat-obatan terlarang jenis PCC.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Theofilus Richard
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lokasi sejumlah petugas dengan kaus bertuliskan BNN, polisi, dan berseragam TNI bersiaga dan lalu lalang di lokasi.
Informasi yang dihimpun di lokasi, pabrik tersebut digrebek oleh BNN.
Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi.
Awak media maupun masyarakat tidak bisa mendekat untuk bisa memastikan.
Hingga kini belum bisa dipastikan penggerebekan terkait apa, karena pihak BNN maupun polisi belum bisa dimintai keterangan.
Karang Taruna setempat Ajat Sudrajat (42), mengatakan tidak mengetahui pasti mengenai adanya aktivitas aparat hukum di pabrik tersebut.
"Saya juga tidak tahu, sehabis Magrib mendapat informasi banyak polisi di sini," kata dia saat dijumpai di lokasi.
Ajat mengatakan pihaknya selama ini tidak mengetahui aktivitas apa yang ada di dalam pabrik.
"Pabriknya tertutup, warga sini tahunya pabrik sumpit," ujarnya.
• UPDATE Pabrik Sumpit di Tasikmalaya Digerebek BNN, Dua Orang Diamankan, Warga Bertanya-tanya
Pemilik pabrik tertutup
Pemilik pabrik dikenal warga sebagai Mas Jawa.
Sebutan tersebut diterapkan warga karena pemilik pabrik tersebut memang pendatang beretnis Jawa.
"Pemiliknya saya tahu Mas Jawa, memang pendatang. Orangnya jarang bersoisialisasi, warga tidak ada kecurigaan karena tahunya ini pabrik sumpit dan tusuk sate," kata seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, Juhari (50).
Menurut Juhari, pabrik tersebut memperkerjakan sebanyak sepuluh orang dan telah beroperasi lebih dari setahun.
"Pekerjanya juga dari Jawa kebanyakan, ada 3 orang perempuan warga sekitar yang katanya bekerja di sana," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dua-orang-dibawa-dari-pabrik-sumpit.jpg)