Program Chickenisasi Kota Bandung Mulai Dilirik Luar Negeri

Informasi program pemberian anak ayam (chickenisasi) yang digagas Wali Kota Bandung, Oded M Danial, ternyata mulai dikenal oleh masyarakat dunia.

Program Chickenisasi Kota Bandung Mulai Dilirik Luar Negeri
Tribun Jabar/Oktora Veriawan
Kabag Humas Pemkot Bandung, Sony Teguh Prasetya, memaparkan tentang chickenisasidi acara UKW PWI Jabar di Hotel Santika, Selasa (26/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Oktora Veriawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Informasi program pemberian anak ayam (chickenisasi) yang digagas Wali Kota Bandung, Oded M Danial, ternyata mulai dikenal oleh masyarakat dunia. 

Hal itu dibuktikan dengan datangnya dua stasiun televisi luar negeri, BBC London dan Russia Today, ke Kota Bandung untuk meliput program chickenisasi ini.

BBC London datang lebih dulu, Selasa (26/11/2019), untuk memberitakan program ini di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Menyusul beberapa ke depan Russia Today.

"Program ini ternyata sudah dikenal di mata dunia. Kami kedatangan tamu dari BBC London hari ini dan surat dari Russia Today juga sudah masuk ke kami. Mereka meminta izin untuk meliput program pembagian anak ayam ini," kata Kabag Humas Pemkot Bandung, Sony Teguh Prasetya, ditemui saat menjadi pemateri di kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Jabar di Hotel Santika, Bandung, Selasa (26/11/2019).

Program ini sudah diluncurkan wali kota pada Kamis (21/11/2019).

Program Chickenisasi di Kota Bandung, Jika Anak Ayamnya Mati Harus Diautopsi

Chickenisasi, Wali Kota Bandung Bagikan 2.000 Anak Ayam ke Pelajar SD dan SMP, Begini Kata Penerima

Sebagai pilot project, program ini baru dilakukan di 12 sekolah di kawasan Bandung Timur, tepatnya di Kecamatan Gedebage dan Cibiru. Rinciannya 10 sekolah dasar dan 2 SMP.

"Ke Depan, program ini akan serempak menyasar sekolah-sekolah di Kota Bandung. Pertama, sekolah di Bandung Timur, lalu ke Bandung Barat, terakhir ke pusat kota," kata Sony.

Sony menambahkan, meskipun program ini baru berjalan beberapa hari, namun respons dari luar negeri cukup baik.

Ini akan menjadi energi positif bagi Pemkot untuk terus mengembangkan program ini.

"Tanggapan dari warga luar negeri hampir semuanya 100 persen mendukung. Kami berharap dukungan serupa diberikan oleh warga Bandung. Program ini bertujuan agar anak-anak mengurangi pemakaian gawai," ujar dia.

Penulis: Oktora Veriawan
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved