Usulan Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Partai Prabowo Subianto Tak Setuju, Ini Aturan yang Ideal

Partai Gerindra yang diketuai oleh Prabowo Suabianto tidak setuju dengan usulan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Usulan Masa Jabatan Presiden 3 Periode, Partai Prabowo Subianto Tak Setuju, Ini Aturan yang Ideal
courtessy kompas tv
Nadiem Makarim bersalaman dengan Presiden Joko Widodo usai menerima Surat Keputusan (SK) Menteri di Istana Negara, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Muncul usulan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Usulan masa jabatan presiden tiga periode ini muncul menjelang amandemen terbatas UUD 1945.

Namun, Partai Gerindra yang diketuai oleh Prabowo Suabianto tidak setuju dengan usulan tersebut.

Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR Ahmad Riza Patria menuturkan bahwa pihaknya tak sepakat dengan wacana perubahan masa jabatan presiden dalam UUD 1945.

Menurut Riza, ketentuan yang ada saat ini sudah ideal.

Usulan Amandemen UUD 1945, Jika Aturan Ini Berlaku, Jokowi Bisa Menjabat Presiden 3 atau 4 Kali

Berdasarkan Pasal 7 UUD 1945, presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

Dengan demikian presiden dan wakil presiden dapat menjabat paling lama 10 tahun dalam dua periode.

"Kalau masa jabatan, saya kira sudah final ya kan, dua periode. Tetap dua periode, lima tahun itu idealnya," ujar Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Riza mengakui adanya wacana yang berkembang seputar wacana amendemen UUD 1945.

Awalnya, wacana amendemen yang merupakan rekomendasi MPR periode lalu hanya bertujuan untuk menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Halaman
123
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved