Uskup Padang Meninggal, Rektor Unpar Bandung Kisahkan Hidup Sang Kakak: Tak Pernah Merasa Lelah

"Penyakitnya tidak ia tolak. Setiap bertemu, ia selalu berusaha tampil prima di depan umat," kata Rektor Unpar Bandung, Mangadar Situmorang.

Uskup Padang Meninggal, Rektor Unpar Bandung Kisahkan Hidup Sang Kakak: Tak Pernah Merasa Lelah
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Suasana misa requiem Uskup Padang Mgr Martinus Dogma Situmorang di Gereja Katedral, Kota Bandung, Rabu (20/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Uskup Padang Mgr Martinus Dogma Situmorang tutup usia pada Selasa (19/11/2019) di Rumah Sakit St Borromeus, Kota Bandung. Ia meninggal dunia pada usia 72 tahun.

Uskup kelahiran Palipi, Sumatera Utara, 20 Maret 1947 tersebut direncanakan dikebumikan pada Jumat (22/11/2019) di Padang, Sumatera Barat.

Sebelum pemakaman, telah dilakukan misa requiem di Gereja Katedral Bandung, Jalan Merdeka, Rabu (20/11/2019).

Rektor Universitas Katolik Parahyangan ( Unpar ) Bandung, Mangadar Situmorang, yang juga adik kandung almarhum Mgr Martinus Dogma Situmorang menceritakan sekilas kisah hidup kakak kandungnya tersebut semasa hidupnya.

"Mgr Martinus sangat menikmati kehidupan, sangat bersabar dalam menghadapi tantangan serta permasalahan. Semasa hidupnya, ia tidak pernah merasa lelah, hujan dan badai tidak masalah baginya untuk bisa melayani di beberapa daerah terpencil sekalipun," kata Mangadar Situmorang, Rabu (20/11/2019).

Mangadar menceritakan, abangnya tersebut pernah berkunjung ke Pulau Mentawai menggunakan kapal. Saat itu ombak besar, angin kencang tapi Martinus Dogma tetap bisa tidur di Perahu Kecil sembari berserah kepada Tuhan.

BERITA DUKA Misa Requiem untuk Uskup Padang Mgr. Martinus Dogma Situmorang Dihadiri Ratusan Jemaat

Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Harap Politisi Tak Pakai Sentimen SARA untuk Pileg dan Pilpres

Semasa hidup Mgr Martinus Dogma Situmorang, tidak pernah mengeluh walau dalam kondisi sakit. Ia selalu berusaha tampil sehat dan prima serta penuh kehangatan.

"Penyakitnya tidak ia tolak. Setiap bertemu, ia selalu berusaha tampil prima di depan umat. Bagi kami keluarga, setiap bertemu tidak cukup hanya bersalamantapi pasti dipeluk, penuh dekapan sebagai tanda kehangatan dari beliau. Beliau sangat mengenal dan mencintai keluarga," kata Mangadar Situmorang.

Bagi keluarga, ucap Mangadar Situmorang, Martinus Dogma merupakan sumber kegembiraan serta sukacita.

Halaman
12
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved