Gubernur Jabar Ridwan Kamil Posting Soal Kolam Renang Gedung Pakuan,Jelaskan Alasannya Panjang Lebar
Melalui Instagram, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan penjelasan soal renovasi Gedung Pakuan di Kota Bandung.
Penulis: Widia Lestari | Editor: Yongky Yulius
"Gubernur berikutnya membangun gedung olahraga, bentuknya gedung bukan lapangan, saking besarnya di zona olahraga. Itu ada lapangan tenis ada lapangan basket ada fasilitas fitness dan lain sebagainya," katanya.
Mengenai pembangunan kolam renang di belakang Gedung Negara Pakuan yang menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Biro Umum Setda Jabar Iip Hidajat, mengatakan hal tersebut hanya satu dari beberapa fasilitas yang tengah dibangun di Gedung Pakuan, sesuai dengan kebutuhan penataannya.
“Bukan hanya kolam renang seperti yang dihebohkan oleh media, tapi juga ada taman yang fungsinya akan digunakan sebagai tempat acara outdoor,” kata Iip melalui ponsel, Jumat (15/11/2019).
Ia menjelaskan, mengenai fasilitas olahraga itu memungkinkan dibangun karena tidak mengganggu bentuk bangunan Gedung Pakuan yang termasuk heritage.
“Gubernur terdahulu membangun gedung olahraga yang ada lapangan tenis dan basket,” katanya.
Mengenai fasilitas kolam renang yang dibangun, Iip menjelaskan bahwa ini disesuaikan dengan kebutuhan penghuni rumah dinas.
“Karena Pak Gubernur cedera lutut, dokter menyarankan agar tidak berolahraga lari atau olahraga motorik impact. Lalu disarankan rutin tiap hari berenang saja. Itu sebabnya di kompleks olahraga ditambah kolam renang dengan lebar sekitar 4 meter,” katanya.
Walau demikian, Ia menambahkan, penghuni Gedung Pakuan tidak hanya gubernur dan keluarga. Ada sejumlah ASN dan petugas yang berkantor di Gedung Pakuan, bisa juga menggunakan fasilitas tersebut seperti halnya lapangan tenis.
Selain memperbaiki, renovasi ini juga merupakan upaya merevitalisasi fungsi Gedung Pakuan agar sebagian besar areanya dapat berfungsi sebagai ruang publik.
“Hingga saat ini, baru sebagian kecil saja area Gedung Pakuan yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Seperti misalnya masjid,” katanya.
Padahal, Gedung Pakuan memiliki luas sekitar 2,3 hektare dan membutuhkan 100-an staf atau karyawan untuk mengurusnya.
“Gedung Pakuan juga sudah nyaris 20 tahun tidak pernah dilakukan renovasi, selama ini hanya perawatan bangunan dan area sekitarnya saja,” katanya.
Iip menjelaskan di Gedung Pakuan hanya ada satu proyek pembangunan, dengan rincian, pertama, renovasi taman inner court sisi barat, untuk membuat taman aktif yaitu taman yang bisa dipakai untuk aktivitas outdoor. Tadinya berupa kolam ikan besar dan beberapa gundukan taman rumput.
Kedua, katanya, renovasi taman belakang supaya bisa menjadi taman aktif yang bisa digunakan juga untuk acara-acara outdoor yang semula berupa taman pasif.
“Ketiga, pembangunan gazebo untuk mengganti gazebo yang ada dan telah rusak, menjadi lebih besar sedikit supaya bisa untuk diskusi outdoor. Urgensinya adalah ketika ada agenda bersamaan tempatnya hisa menggunakan out door juga disamping untuk menghemat listrik dan AC,” tuturnya.
Terakhir adalah kolam renang yang berupa kolam persegi memanjang untuk olah raga. (Tribun Jabar/Syarief Abdussalam)