Gubernur Jabar Ridwan Kamil Posting Soal Kolam Renang Gedung Pakuan,Jelaskan Alasannya Panjang Lebar
Melalui Instagram, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan penjelasan soal renovasi Gedung Pakuan di Kota Bandung.
Penulis: Widia Lestari | Editor: Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.ID - Melalui Instagram, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan penjelasan soal renovasi Gedung Pakuan di Kota Bandung.
Hal ini berkaitan renovasi sarana olahraga yang menjadi sorotan, yakni pembuatan kolam renang.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun memaparkan secara panjang lebar terkait renovasi sarana olahraga Gedung Pakuan, termasuk kolam renang.
Berikut ini kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil:
"Terkait Gedung Pakuan dan renovasi sarana olahraga.
1. Gedung Pakuan itu luas sekali sekitar 2,3 Ha dengan usia sangat tua mendekati 200 tahun. .
• Heboh Kolam Renang di Gedung Pakuan, Ridwan Kamil Diminta Utamakan Warga Dibanding Pribadi
2.Saking besarnya, kompleks ini diurus oleh lebih dari 100 orang.
Tidak cocok sebenarnya disebut rumah. Dan saking luasnya, Biro Umum melakukan cicilan-cicilan renovasi setiap tahun.

Biro Umum terdahulu membangun Masjid besar yang bisa dipakai shalat Jumat bersama warga.
Dan Biro Umum selanjutnya membangun zona olahraga berupa Gedung Olahraga berisi lapangan tennis,
basket, untuk para penghuni juga warga sekitar.
3. Biro Umum yang sekarang melanjutkan cicilan renovasi dengan merenovasi Gedung Pakuan
termasuk area-area bersejarah dan terbengkalai termasuk menambahi fasilitas sarana olahraga.
4. Karena saya memiliki cedera lutut dan dokter menyarankan agar tidak berolahraga lari atau olahraga motorik impact.
Disarankan rutin tiap hari terapi berenang saja.
Agar bisa fit, bugar dan sehat menjalani tugas dalam wilayah seluas Jawa Barat ini.
• Ridwan Kamil Ungkap Jabar Siap Selaraskan Pembangunan dengan Pemerintah Pusat di Rakornas
5. Itulah kenapa dalam cicilan renovasi rutin tahunan,
saya mengusulkan kepada biro umum untuk membuat kolam renang yg kotak secukupnya dgn lebar 3-4 m
agar Gubernur bisa tetap olahraga kardio berbentuk renang.
Karena saya dilarang dokter berolahraga lari, tenis, basket dan olahraga motorik lainnya.
Saya kira itu yang bisa saya jelaskan. Semua anggaran itu direncanakan,
disetujui dan disepakati bersama. Dan semuanya dapat dipertanggungjawabkan
baik dari aspek etika gagasan, aspek aturan dan hukumnya. Hatur Nuhun,". (Tribun Jabar)
Kaki Ridwan Kamil Cidera
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pembangunan kolam renang di belakang Gedung Negara Pakuan yang menjadi rumah dinasnya di Kota Bandung sangat dibutuhkannya untuk berolah raga.
Menurut Ridwan Kamil, ia mengalami cedera kaki sebelah kiri, sehingga tidak bisa menjalani olah raga berat yang dulu digemarinya, yakni lari. Dokter pun meminta Emil tetap berolah raga yang tidak memberi tekanan pada kakinya, untuk tetap bisa menjaga kebugarannya sebagai Gubernur.
"Kaki saya itu cedera yang kiri. Dokter menyarankan supaya bisa fit sebagai Gubernur Jawa Barat, tidak boleh lagi berolahraga yang sifatnya impact seperti lari, loncat, dan sebagainya, harus terapi dengan yang namanya berenang," kata Emil di Gedung DPRD Jabar, Jumat (15/11/2019).
Penambahan fasilitas olah raga itu, katanya, sesuai kebutuhan. Maka dalam rutinitas masterplan perbaikan Gedung Pakuan, pihaknya mengarahkan dan menyetujui pembuatan kolam renang itu.
"Yang juga tidak terlalu besar, tidak menghambur-hamburkan uang negara, sesuai kebutuhan. Yang namanya semua urusan Pakuan memang akan berlangsung setiap tahun karena ini bangunan bersejarah yang harus dirawat dan disempurnakan," katanya.
Gedung Pakuan, kata Emil, adalah bangunan tua dengan usia hampir 200 tahun dan ukurannya besar sekali, hampir 2,3 hektare. Saking luasnya, Gubernur terdahulu membangun fasilitas masjid yang bisa dipakai salat jumat bersama warga.
"Gubernur berikutnya membangun gedung olahraga, bentuknya gedung bukan lapangan, saking besarnya di zona olahraga. Itu ada lapangan tenis ada lapangan basket ada fasilitas fitness dan lain sebagainya," katanya.
Mengenai pembangunan kolam renang di belakang Gedung Negara Pakuan yang menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Biro Umum Setda Jabar Iip Hidajat, mengatakan hal tersebut hanya satu dari beberapa fasilitas yang tengah dibangun di Gedung Pakuan, sesuai dengan kebutuhan penataannya.
“Bukan hanya kolam renang seperti yang dihebohkan oleh media, tapi juga ada taman yang fungsinya akan digunakan sebagai tempat acara outdoor,” kata Iip melalui ponsel, Jumat (15/11/2019).
Ia menjelaskan, mengenai fasilitas olahraga itu memungkinkan dibangun karena tidak mengganggu bentuk bangunan Gedung Pakuan yang termasuk heritage.
“Gubernur terdahulu membangun gedung olahraga yang ada lapangan tenis dan basket,” katanya.
Mengenai fasilitas kolam renang yang dibangun, Iip menjelaskan bahwa ini disesuaikan dengan kebutuhan penghuni rumah dinas.
“Karena Pak Gubernur cedera lutut, dokter menyarankan agar tidak berolahraga lari atau olahraga motorik impact. Lalu disarankan rutin tiap hari berenang saja. Itu sebabnya di kompleks olahraga ditambah kolam renang dengan lebar sekitar 4 meter,” katanya.
Walau demikian, Ia menambahkan, penghuni Gedung Pakuan tidak hanya gubernur dan keluarga. Ada sejumlah ASN dan petugas yang berkantor di Gedung Pakuan, bisa juga menggunakan fasilitas tersebut seperti halnya lapangan tenis.
Selain memperbaiki, renovasi ini juga merupakan upaya merevitalisasi fungsi Gedung Pakuan agar sebagian besar areanya dapat berfungsi sebagai ruang publik.
“Hingga saat ini, baru sebagian kecil saja area Gedung Pakuan yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Seperti misalnya masjid,” katanya.
Padahal, Gedung Pakuan memiliki luas sekitar 2,3 hektare dan membutuhkan 100-an staf atau karyawan untuk mengurusnya.
“Gedung Pakuan juga sudah nyaris 20 tahun tidak pernah dilakukan renovasi, selama ini hanya perawatan bangunan dan area sekitarnya saja,” katanya.
Iip menjelaskan di Gedung Pakuan hanya ada satu proyek pembangunan, dengan rincian, pertama, renovasi taman inner court sisi barat, untuk membuat taman aktif yaitu taman yang bisa dipakai untuk aktivitas outdoor. Tadinya berupa kolam ikan besar dan beberapa gundukan taman rumput.
Kedua, katanya, renovasi taman belakang supaya bisa menjadi taman aktif yang bisa digunakan juga untuk acara-acara outdoor yang semula berupa taman pasif.
“Ketiga, pembangunan gazebo untuk mengganti gazebo yang ada dan telah rusak, menjadi lebih besar sedikit supaya bisa untuk diskusi outdoor. Urgensinya adalah ketika ada agenda bersamaan tempatnya hisa menggunakan out door juga disamping untuk menghemat listrik dan AC,” tuturnya.
Terakhir adalah kolam renang yang berupa kolam persegi memanjang untuk olah raga. (Tribun Jabar/Syarief Abdussalam)