Gubernur Jabar Ridwan Kamil Posting Soal Kolam Renang Gedung Pakuan,Jelaskan Alasannya Panjang Lebar

Melalui Instagram, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan penjelasan soal renovasi Gedung Pakuan di Kota Bandung.

Penulis: Widia Lestari | Editor: Yongky Yulius
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Senin (21/10/2019). 

Agar bisa fit, bugar dan sehat menjalani tugas dalam wilayah seluas Jawa Barat ini.

Ridwan Kamil Ungkap Jabar Siap Selaraskan Pembangunan dengan Pemerintah Pusat di Rakornas

5. Itulah kenapa dalam cicilan renovasi rutin tahunan,

saya mengusulkan kepada biro umum untuk membuat kolam renang yg kotak secukupnya dgn lebar 3-4 m

agar Gubernur bisa tetap olahraga kardio berbentuk renang.

Karena saya dilarang dokter berolahraga lari, tenis, basket dan olahraga motorik lainnya.

Saya kira itu yang bisa saya jelaskan. Semua anggaran itu direncanakan,

disetujui dan disepakati bersama. Dan semuanya dapat dipertanggungjawabkan

baik dari aspek etika gagasan, aspek aturan dan hukumnya. Hatur Nuhun,". (Tribun Jabar)

Kaki Ridwan Kamil Cidera

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pembangunan kolam renang di belakang Gedung Negara Pakuan yang menjadi rumah dinasnya di Kota Bandung sangat dibutuhkannya untuk berolah raga.

Menurut Ridwan Kamil, ia mengalami cedera kaki sebelah kiri, sehingga tidak bisa menjalani olah raga berat yang dulu digemarinya, yakni lari. Dokter pun meminta Emil tetap berolah raga yang tidak memberi tekanan pada kakinya, untuk tetap bisa menjaga kebugarannya sebagai Gubernur.

"Kaki saya itu cedera yang kiri. Dokter menyarankan supaya bisa fit sebagai Gubernur Jawa Barat, tidak boleh lagi berolahraga yang sifatnya impact seperti lari, loncat, dan sebagainya, harus terapi dengan yang namanya berenang," kata Emil di Gedung DPRD Jabar, Jumat (15/11/2019).

Penambahan fasilitas olah raga itu, katanya, sesuai kebutuhan. Maka dalam rutinitas masterplan perbaikan Gedung Pakuan, pihaknya mengarahkan dan menyetujui pembuatan kolam renang itu.

"Yang juga tidak terlalu besar, tidak menghambur-hamburkan uang negara, sesuai kebutuhan. Yang namanya semua urusan Pakuan memang akan berlangsung setiap tahun karena ini bangunan bersejarah yang harus dirawat dan disempurnakan," katanya.

Gedung Pakuan, kata Emil, adalah bangunan tua dengan usia hampir 200 tahun dan ukurannya besar sekali, hampir 2,3 hektare. Saking luasnya, Gubernur terdahulu membangun fasilitas masjid yang bisa dipakai salat jumat bersama warga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved