Permasalahan Gigi Bungsu dan Penanganannya
Meski tumbuhnya gigi bungsu ini adalah kejadian alami atau peristiwa yang normal, kerap kali tumbuhnya gigi bungsu memunculkan rasa nyeri atau sakit
TRIBUNJABAR.ID- Gigi termasuk dalam organ pencernaan yang terletak di dalam rongga mulut. Fungsinya untuk mengunyah makanan menjadi salah satu organ yang seharusnya perlu mendapat perhatian.
Gigi terdiri dari beberapa jenis diantaranya gigi geraham, gigi seri, taring, dan yang tidak banyak disadari oleh orang adalah gigi geraham bungsu. Kehadiran gigi bungsu yang tidak dibarengi dengan gigi lainnya, kerap terabaikan.
Bahkan, masih ada yang belum tahu bahwa rasa nyeri di bagian belakang atau rahang mulut bisa saja dikarenakan adanya gigi bungsu yang tumbuh.
Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 15-25 tahun. Gigi bungsu termasuk dalam kategori struktur vestigial, yaitu struktur yang fungsi awalnya menjadi hilang atau berkurang sejalan dengan evolusi.
Kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, hal ini menjadi masalah bagi kebanyakan orang.
"Seperti namanya, gigi bungsu, jadi ini gigi yang tumbuh terakhir dan tidak semua orang akan punya gigi bungsu," kata Drg Rahmat Babuta, Sp.BM Santosa Hospital Bandung Center.
• Setiap Satu Anak di Cianjur Delapan Giginya Rusak, Dokter Gigi dan TNI Tekan Angka Karies
• Santosa Hospital Gelar Seminar Soal Penyakit Jantung & Pembuluh Darah, Ini Gejala dan Penanganannya
Menurutnya, gigi bungsu ini terbilang unik karena tidak semua orang akan memiliki atau tumbuh gigi bungsu. Bahkan pada sebagian orang ternyata sama sekali tidak tumbuh, karena gigi ini tumbuh paling akhir diusia dewasa.
Meski tumbuhnya gigi bungsu ini merupakan kejadian alami atau peristiwa yang normal, kerap kali tumbuhnya gigi bungsu memunculkan rasa nyeri atau sakit.
Ia mengatakan, gigi geraham bungsu ini biasanya menyebabkan masalah dan umumnya terjadi karena rahang sudah tidak tumbuh lagi sehingga tidak ada tempat untuk gigi geraham bungsu ini tumbuh.
"Karena tumbuh paling akhir, gigi bungsu ini mengubah tatanan gusi rahang yang sudah ada, makanya tumbuhnya gigi bungsu ini juga tidak normal seperti gigi lainnya, ada yang posisinya miring, tumbuh ke bawah dan sebagainya. Kondisi inilah yang menyebabkan atau menimbulkan permasalahan dan memicu rasa nyeri atau sakit," katanya.
Bentuk gigi bungsu yang tidak normal karena tidak ada tempat untuk pertumbuhan gigi bungsu ini. Akhirnya gigi akan menekan gigi lainnya.
Pada beberapa kasus, ada pertumbuhan gigi bungsu yang tidak menyebabkan rasa nyeri karena gigi tersebut tumbuh dengan baik dan normal. Kondisi ini bisa dialami oleh mereka yang memiliki karakteristik rahang yang lebar dan besar.
"Kebanyakan pertumbuhan gigi bungsu selalu bermasalah karena tumbuh tidak normal," katanya.
Persoalan yang ditemui pada kasus gigi bungsu antara lain impaksi geraham bungsu yakni suatu kondisi pertumbuhan gigi bungsu berlangsung tidak normal dan menimbulkan rasa sakit.
Sakit ini akibat gigi tidak mendapatkan tempat tumbuh hingga gigi tumbuh miring atau tidak lurus dan mendorong gigi yang ada di sebelahnya.
• Santosa Hospital Bandung Center Layani MCU Pranikah, Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Pranikah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/drg-rahmat-babuta.jpg)