Polda Jabar Benarkan Warga Garut Ditangkap Polri, Diduga Membuat Game yang Hina Nabi Muhammad

Pria berinisial IG (38), warga Desa Suci, Kecamatan Karawang Pawitan, Kabupaten Garut, ditangkap tim penyelidik dari Direktorat Siber Bareskrim Mabes

Polda Jabar Benarkan Warga Garut Ditangkap Polri, Diduga Membuat Game yang Hina Nabi Muhammad
Tribun Jabar/Haryanto
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Pria berinisial IG (38), warga Desa Suci, Kecamatan Karawang Pawitan, Kabupaten Garut, ditangkap tim penyelidik dari Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri pada Minggu (10/11/2019).

Informasi itu didapat dari keterangan ketua RW tempat tinggal IG.

Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan aktifitas IG dalam penggunakaan informasi dan teknologi yang menyinggung Nabi Muhammad SAW.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, membenarkan penangkapan IG di kediamannya untuk pemeriksaan penyidikan.

"‎Memang betul ada kegiatan dari Direktorat Siber Bareskrim Polri di Garut dan mengamankan yang bersangkutan," ujar Trunoyudo.

BREAKING NEWS, Bikin Game Hina Nabi Muhammad, Seorang Warga Garut Diamankan Mabes Polri

Hanya, ia belum mengetahui detil kasus dan pasal yang menjerat IG.

"Kami tidak megang kasusnya, ditangani langsung Mabes Polri. Jadi tidak bisa sebut kontruksi kasus dan pasal yang menjeratnya seperti apa," katanya.

Hanya, perbuatan IG diduga berkaitan dengan kontruksi Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE.

Pasal itu berbunyi, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),'.

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, mengatakan bahwa menyinggung Nabi Muhammad apalagi dalam bentuk penghinaan adalah perbuatan dilarang.

"Intinya kami mengecam. Apapun soal Nabi Muhammad tidak diperbolehkan (penghinaan) dalam bentuk fisik. Karena itu, kami mendukung pihak kepolisian untuk mengusut dan menangani kasus ini," ujar dia.

KRONOLOGI Pria Berjaket Driver Ojol Minta Ginjal Siswa SD di Tangsel, Dikira Tanya Alamat

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved