Hujan Mengguyur, Enam Rumah di Ciamis Rusak dan Ambruk, Ada yang Tertimpa Pohon
Menyusul hujan yang mulai mengguyur Ciamis sejak Jumat (1/11/2019) dini hari, setidaknya ada enam rumah di Ciamis rusak.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Menyusul hujan yang mulai mengguyur Ciamis sejak Jumat (1/11/2019) dini hari, setidaknya ada enam rumah di Ciamis rusak.
Di antaranya akibat tertimpa pohon rubuh, maupun ambruk karena kondisi bangunan rumah sudah lapuk.
Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.
Dari enam rumah yang rusak parah tersebut tiga rumahnya di antaranya berlokasi di Pamarican.
“Satu rumah ambruk karena kondisi bangunan sudah lapuk. Sedangkan dua rumah lainnya rusak berat bagian dapur atau bagian depannya kerena tertimpa pohon tumbang,” ujar Baehaki, relawan Tagana, wilayah Pamarican Ciamis kepada Tribun Jabar, Rabu (6/11/2019).
• Murid-murid SD Kadupandak 2 Ciamis Belajar di Tenda Menyusul Pergerakan Tanah di Dusun Sukamandi
Dua rumah warga yang rusak tertimpa pohon tumbang masing-masing rumah bilik yang dihuni Kasman (41) di Dusun Malabar Rt 29 RW 09, Desa Sidamulih, yang rusak bagian belakang dan dapur karena tertimpa pohon aren tumbang Sabtu (2/11/2019) pukul 06.30 pagi.
Kemudian rumah panggung yang dihuni Nemo (45) sekeluarga di Dusun Cibiyawak RT 03 RW 01 Desa Sidamulih rusak bagian atap depannya setelah disambar pohon albasia, rubuh juga pada hari Sabtu (2/11/2019) pukul 17.00.
“Yang lebih parah menimpa rumah panggung yang dihuni Mak Kenoh (68) seorang diri, di Dusun Pasirengit Rt 12 RW 04 Desa Pasirnagara, ambruk rata dengan tanah setelah diguyur hujan Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 07.30 pagi. Mak Kenoh selamat pada kejadian tersebut,” katanya.
Rumah bilik yang dihuni Mak Kenoh memang sudah lapuk dan ambruk setelah diguyur hujan Minggu (3/11/2019) pagi.
Menurut Baehaki sejak Senin (4/11/2019) warga mulai menggalang swadaya untuk membangun kembali rumah Mak Kenoh agar bisa kembali dihuni.
“Warga secara swadaya melakukan bedah rumah dengan material hasil sumbangan dari sejumlah donatur. Hari ini sudah memasang dinding GRC. Tingga di-floor atau dikeramik, tapi keramiknya belum ada,” ujar Baehaki.
Sampai rumahnya selesai dipugar kembali oleh warga secara swadaya menurut Baehaki, Mak Kenoh numpang dulu di rumah saudaranya di RT yang sama.
“Mak Kenoh sudah tua, untuk makan sehari-hari dibantu oleh para tetangganya,” katanya.
Dari informasi yang diperoleh, tiga rumah lain di antaranya, rumah bilik yang dihuni Sarwati (30) dan anaknya masih usia 11 tahun di Dusun Cempaka Rt 05 RW 02 Dersa Wangunjaya Cisaga yang ambruk Senin (4/11) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rusak1.jpg)