Terpopuler
Foto Jadul Mendagri Tito Karnavian Tersebar, Dulu Kurus tapi Ganteng Berkarisma,Kini Gagah dan Necis
Kini, saat menjadi menteri di kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pun, Tito Karnavian masih tetap perlente.
TRIBUNJABAR.ID - Melihat sosok Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian, tak jauh dari kesan gagah. Tak hanya itu, penampilan Tito Karnavian dalam berbusana pun selalu necis.
Kini, saat menjadi menteri di kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 pun, Tito Karnavian masih tetap perlente.
Mantan Kapolri ini kerap tertangkap kamera dan muncul di layar kaca mengenakan pakaian formal, seperti setelan jas.
Tak hanya jas, kini Mendagri Tito Karnavian pun sempat beberapa kali terlihat mengenakan kemeja polos atau kemeja batik.
Sebelum jadi menteri, penampilan Tito Karnavian sebagai Kapolri pun tak kalah necis.
Sosoknya yang gagah dan berwibawa kerap terlihat garang juga sangar.
• Profil Lengkap Mendagri Tito Karnavian, Wajah Baru di Kabinet Jokowi, Jenderal Cerdas Mantan Kapolri
Ternyata karisma Tito Karnavian ini sudah terlihat sekak ia masih muda.
Baru-baru ini, foto lawasnya saat masih mengenyam pendidikan polisi beredar di media sosial.

Diketahui, foto lawas itu dibagikan akun Instagram Ringkasan Sejarah.
Disebutkan potret tersebut merupakan foto lawas Tito Karnavian saat menempuh pendidikan polisi sebagai angkatan 1987.
Pada foto itu, terlihat ada lima orang yang mengenakan pakaian seragam yang sama.
Rambutnya cepat, mereka berpose berdiri tegap berjajar ke samping.
Di antara lima orang itu, ada seseorang yang mencuri perhatian.
Wajahnya memang mirip dengan Mendagri Tito Karnavian sekarang.
Namun, sosok itu terlihat masih sangat muda. Tubuhnya kurus, dan terlihat lebih pendek daripada empat orang lainnya.
Ia berpose memasukan telapak tangan kanan ke saku celana.
• Kapolri Tito Karnavian Biasa Perlente dan Sangar, Gini Penampilan Saat Tak Dinas, Bisa Mengenalinya?
Penampilannya memang rapi. Meskipun kurus, sosoknya tetap berkarisma.
Selain itu, ia memiliki paras yang tampan atau ganteng.
Foto lawas tersebut pun mengundang banyak komentar dari warganet.
Banyak di antara warganet yang memuji paras ganteng Tito Karnavian.
Berikut ini komentar warganet.
emidalidjo2018: Gantengnya awet.
dendoank80: Tmn2nya pd kmn ya...
susilo_papua: Kecil tapi pemikirannya war biasa.
juwitamalia: Yaa ampuun kecil bgtt.
j4lu_setiawan: Perut slim banget pak.
nengarine: Gantengnya di formalin pak awet.
Dilihat dari profilnya, Tito Karnavian memang angkatan 1987.
Dulu ia masuk sekolah militer yang namanya masih Akabri.
• Tito Karnavian Tantang IPDN Parbaiki Kurikulum yang Sudah Ketinggalan Zaman
Alasan Tito Pilih Jadi Polisi
Perjalanan seorang Tito Karnavian dimulai saat dirinya masuk Akabri.
Sekitar 35 tahun yang lalu, Tito Karnavian yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara, 'nekat' berangkat dari Palembang ke Magelang.
Saat itu ia yang baru lulus dari SMAN 2 Palembang membawa uang Rp 12 ribu.
Uang dengan jumlah segitu memang tak bisa dikatakan kecil.
Sebagai perbandingan, pada 1980-an, harga emas mencapai Rp 10 ribu per gram-nya.

Di Magelang, Tito menjalani pendidikan dasar di Akabri.
Kala itu, semua taruna Akpol hingga Akademi Angkatan Darat, Udara, dan Laut memang wajib menjalani penididikan di Akabri.
Selain itu, bukan tanpa alasan Tito Karnavian memilih Akabri.
Padahal, saat itu, Tito juga diterima di UGM, STAN, hingga Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
"Dia ingin meringankan beban ayahnya," ujar Achmad Saleh, ayah Tito Karnavian, kepada Tribun Sumsel, dikutip TribunJabar.id dari berita Kompas.com yang terbit pada 17 Juni 2016.
Tito ternyata memahami kondisi orang tuanya saat itu.
Jika ia masuk ke universitas, tentu saja tanggungan ayahnya, terutama dalam soal biaya, akan semakin berat.
Uang saku bulanan termasuk sewa kamar kosan tentu akan dibutuhkannya kalau masuk universitas.
Namun, biaya tersebut tak perlu disiapkan jika Tito masuk ke Akabri.
Hingga akhirnya, Tito muda pun menempuh pendidikan di Magelang.
Hebatnya, ia mendapatkan ganjaran penghargaan Adhi Makayasa setelah menyelesaikan pendidikan Akpol tahun 1987.
Penghargaan tersebut diberikan kepada lulusan terbaik di setiap angkatannya.