Iuran BPJS Naik 100 Persen, Begini Cara Ajukan Turun Kelas Agar Cicilan Lebih Ringan

Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan K

NET
Ilustrasi logo BPJS Kesehatan 

TRIBUNJABAR.ID - Iuran BPJS kini telah resmi naik 100 persen.

Pemerintah memastikan penerapan kebijakan itu mulai 1 Januari 2020.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam Perpres tersebut, disebutkan bahwa besaran iuran dengan kenaikan 100 persen ini berlaku bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta bukan pekerja.

Pasal 34 menjelaskan, besaran iuran yang harus dibayarkan yakni Rp 160.000 untuk kelas I, Rp 110.000 untuk kelas II, dan Rp 42.000 untuk kelas III.

Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Palu dan Sita Uang Rp 382 Juta, 26 Orang Ditangkap Bersamaan

Dengan besaran angka tersebut, sebagian masyarakat mengeluhkan bahwa nominal tersebut telalu besar.

Bahkan, pada Kamis (31/10/2019) di media sosial Twitter sempat ramai pembahasan tagar #BPJSMenyengsarakan.

Bagi peserta BPU/mandiri yang merasa keberatan bisa mengajukan turun kelas perawatan. Perbedaan masing-masing kelas hanyalah ruang perawatan dan ruang inap di rumah sakit.

Selebihnya, untuk pasien rawat jalan pelayanan untuk kelas I, II dan III mendapatkan fasilitas yang sama.

Saat dikonfirmasi, Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf mengungkapkan perubahan kelas rawat peserta dapat dilakukan setelah 1 tahun keanggotaan di BPJS Kesehatan dan diikuti perubahan kelas seluruh anggota keluarga.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved