DAS Citarum Majalaya Menyempit Akibat Pembangunan Jalan Inspeksi, Bupati Bandung Minta BBWS Evaluasi

Menurut Dadang M Naser, pembangunan jalan inspeksi tersebut memakan DAS Citarum

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Bupati Bandung Dadang M Naser saat ditemui seusai acara pelantikan pengurus KONI Kabupaten Bandung dan pemberian bonus kepada atlet, Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG- Daerah Aliran Sungai alias DAS Citarum di Majalaya menyempit akibat proyek pembangunan jalan inspeksi.

Bupati Bandung Dadang M Naser meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk melakukan evaluasi pembangunan jalan tersebut.

"Itu sudah saya sampaikan, ini harus dievaluasi oleh BBWS. Ini warga yang mengeluhkan langsung," kata Dadang M Naser di Soreang, Jumat (1/11/2019).

Menurutnya, saat melakukan pantauan ke lokasi pembangunan jalan inspeksi itu banyak warga yang mengeluhkan masalah tersebut. Warga khawatir air sungai akan meluap ke permukiman warga di saat musim hujan.

"Ini aspirasi datang dari warga Majalaya dan tokoh warga Majalaya. Saya lihat sendiri ada penyempitan di Jembatan H Syukur, itu kelihatan sekali," ujar Dadang M Naser.

DPRD Jabar akan Evaluasi Program Sungai Citarum yang Digeber Pemprov Jabar

Duit Rp 1,4 triliun Cair untuk Sungai Citarum Mulai Tahun Depan

Menurut Dadang M Naser, pembangunan jalan inspeksi tersebut memakan DAS Citarum. Sementara di titik lainnya, pembangunan jalan tersebut malah menggusur permukiman warga.

Sementara di sisi lainnya terdapat bangunan pabrik yang dikleim hak milik perusahaan tersebut.

"Itu kenapa di dalamkan ke dalam sedangkan ke pinggirnya sempit. Saya mohon, jalan inspeksi nya sebelah saja jangan kiri kanan, satu dihilangkan itupun tidak memakan badan sungai," tuturnya.

Bupati juga mengaku menerima isu, jika tanah DAS Citarum dipakai oleh pabrik. Bupati sedang memastikan kepemilikan tanah tersebut melalui camat dan Dinas Lingkungan Hidup.

"Kenapa bisa lahir kepemilikan pabrik dari mana itu? sedang dievaluasi karena pabrik katanya sudah mempunyai hak kepemilikan. Siapa yang jual? itu saya mohon jika ditemukan kecurangan bentengnya harus dihancurkan," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved