Breaking News:

Pertamina Sebut KCIC dan Kontraktor Tak Miliki Izin Pengeboran di Lokasi Pipa yang Terbakar

Pipa minyak Pertamina di Kampung Mancong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi terbakar, pada Selasa

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Kondisi pipa minyak yang terbakar di Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pipa minyak Pertamina di Kampung Mancong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi terbakar, pada Selasa (22/10/2019) siang, diduga akibat terkena alat berat pengerjaan proyek kereta api cepat.

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami menuturkan pihaknya belum mendapatkan laporan adanya izin yang disampaikan terkait pengerjaan proyek tersebut.

Padahal menurutnya, pengerjaan proyek apapun mesti harus ada dikoordinasikan terlebih dahulu.

"Yang jelas bahwa koordinasi sudah kita lakukan, koordinasi memang sudah ada antara Pertamina dengan pihak kontraktor maupun dari KCIC sudah dilakukan. Namun, untuk kegiatan kemarin tidak ada izin yang disampakan kepada kami," ujarnya di lokasi, Rabu (23/10/2019).

Terpaksa Nonton Video Syur yang Dikaitkan Dengannya, Gisel: Memang Rada Mirip, Geli

Dewi menjelaskan pihak PT KCIC dan kontraktor sudah diberi penjelasan dan mestinya mengetahui jarak aman untuk mengerjakan proyeknya termasuk mengenai letak pipa Pertamina.

"Ada bahkan ada catatan seperti notulen rapat, koordinasi itu ada, bahkan dibuat dalam dua bahasa," ujarnya.

Dewi menambahkan setiap pembangunan harus ada izin Amdal dan izin kepada Pemda setempat, karena pemerintah setempat menyampaikan di bawah tanah ini ada aset-aset apa saja.

Divonis 18 Tahun, Terdakwa Kasus Narkoba Curhat Keguguran, Ditinggal Suami, dan Merasa Dijebak

"Setiap kontraktor mau melakukan pembangunan di manapun tentunya harus ada izin Amdal, izin lainnya. Itu ke pemerintah daerah tentunya sudah memiliki peta lokasi. Jadi tidak perlu kita menyerahkan peta atau apapun sebenarnya," katanya.

"Tapi begitu mereka melakukan perizinan dari pihak Pemda tentunya sudah menyampaikan di bawah tanah ini ada aset-aset apa aja sih, apa lagi pipa itu merupakan objek vital nasional yang tentu saja sudah ada di data pemerintahan," ujarnya.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved