Breaking News:

Hingga Akhir Oktober, Wilayah III Cirebon Alami Suhu Udara Terpanas Selama 5 Tahun Terakhir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, Kabupaten Majalengka, mencatat suhu udara di Wilayah III Cirebon meningkat

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
shutterstock
Alat pengukur suhu udara termometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, Kabupaten Majalengka, mencatat suhu udara di Wilayah III Cirebon mengalami peningkatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, Kabupaten Majalengka, mencatat suhu udara di Wilayah III Cirebon mengalami peningkatan.

Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) diperkirakan bakal lebih panas dari biasanya.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Kertajati, Ahmad Faa Iziyn, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan jajarannya suhu udara maksimum wilayah Ciayumajakuning mencapai 39 derajat Celsius atau hampir 40 derajat Celsius.

"Beberapa hari ini suhu udara di Ciayumajakuning saat siang hari mencapai 39 derajat Celsius, merata di semua wilayah," ujar Ahmad Faa Iziyn saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kamis (24/10/2019).

Pihaknya memprediksi tingginya suhu udara tersebut akan berlangsung hingga akhir Oktober 2019.

Waspada, Suhu Panas Diprediksi akan Berlangsung Hingga 10 Hari Ke Depan, Bisa Lakukan 3 Langkah Ini

Beredar Pesan Suhu Panas 40 Derajat Celsius, BMKG Sebut Hoaks

Ia mengatakan, suhu udara maksimum yang mencapai 39 derajat Celsius itu adalah yang tertinggi di Wilayah III Cirebon pada lima tahun terakhir.

Menurut dia, suhu panas itupun tidak hanya terjadi di Cirebon dan sekitarnya, melainkan melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan gerak semu matahari yang terjadi sejak September 2019.

"Saat ini, posisi matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember 2019," kata Ahmad Faa Iziyn.

Kondisi itu mengakibatkan radiasi matahari yang diterima permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak.

Karenanya, suhu udara di wilayah itu akan mengalami peningkatan terutama saat siang hari.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved