Angin Kencang, Pertandingan Paragliding di Sumedang Sementara Dihentikan
Pertandingan paragliding yang diadakan di Batu Dua maupun Kampung Toga, Kabupaten Sumedang, terpaksa dihentikan
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pertandingan paragliding yang diadakan di Batu Dua maupun Kampung Toga, Kabupaten Sumedang, terpaksa dihentikan, Kamis (24/10/2019).
Padahal, pertandingan di kelas akurasi yang dilaksanakan di Kampung Toga baru berjalan 1,5 ronde.
Pertandingan terpaksa dihentikan untuk sementara waktu dikarenakan kondisi angin yang berbahaya bagi para penerbang.
Hal tersebut disampaikan salah satu atlet paragliding asal asal Amerika Serikat, Duey, ketika ditemui di Kampung Toga.
"At this moment the wind so strong (saat ini angin sangat kencang)," ujar Duey.
• Tak Pernah Menang di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Posisi Indonesia di Ranking FIFA Anjlok
Di Kampung Toga, para atlet pun nampak duduk-duduk di tempat istirahat maupun di kafe di sekitar venue paragliding.
Para atlet nampak duduk tenang menikmati pemandangan di sekitar Kampung Toga sembari menunggu angin kembali 'bersahabat'.
"We waiting until the wind get better (kami menunggu sampai angin lebih baik)," ujarnya.
Di venue Kampung Toga sendiri, ada 30 pilot paragliding yang belum sempat terbang karena kondisi angin.
Sementara itu, akibat kondisi angin yang kurang bersahabat, pertandingan Cross Country yang diadakan di Batu Dua dihentikan untuk hari ini.
• Rey Utami Hijrah Kenakan Hijab Setelah Kasus Ikan Asin, Pablo Ditegur Polisi, Apa Kabar Fairuz?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/paragliding-di-kabupaten-sumedang-sementara-dihentikan-karena-angin-kencang.jpg)