Breaking News:

Menteri Jokowi Maruf Amin

PERTAMA DI DUNIA, Capres Jadi Menteri di Kabinet Musuhnya, Prabowo Bakal Loyal Pada Jokowi?

Pertama dalam sejarah dunia, Kontestan Pilpres 2019 Prabowo Subianto akan menjadi menteri Presiden Jokowi, musuh di Pilpres 2019. Bakal akur?

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Kompas.com
Prabowo pakai baju putih temui Jokowi di Istana negara. 

TRIBUNJABAR.ID - Kontestan Pilpres 2019 Prabowo Subianto akan menjadi menteri Presiden Jokowi, musuh di Pilpres 2019.

Prabowo Subianto yang Ketua Umum Partai Gerindra hampir pasti menjadi menteri Presiden Jokowi setelah diundang ke Istana Negara mengenakan kemeja putih.

Setelah berbincang secara tertutup di ruang kerja Presiden Jokowi, Prabowo Subianto mengatakan kepada media bahwa dia diminta oleh Jokowi untuk masuk ke dalam Kabinet Kerja Jilid II Jokowi-Maruf Amin.

Bidang yang akan digeluti mantan Danjen Kopassus itu adalah bidang pertahanan negara.

Pertahanan negara adalah bidang yang dikelola Kementerian Pertahanan, yang pada periode lalu dijabat Ryamizard Ryacudu.

Prabowo dan Sri Mulyani Jadi Menteri Jokowi? Prabowo Pernah Kritik Keras SMI: Menteri Pencetak Utang

Jika para Rabu 23 Oktober 2019, Prabowo Subianto benar-benar dimumkan Presiden Jokowi menjadi pembantunya, maka peristiwa penting hari itu akan dicatat dalam sejarah dunia.

Dunia mencatat, pertama di dunia seorang musuh di Pilpres 2019 menjadi menteri pemenang Pilpres 2019 Jokowi-Maruf Amin.

Setelah menjadi menteri Jokowi, apakah Prabowo Subianto bakal loyal kepada Jokowi?

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam program berita siaran langsung pemanggilan menteri Jokowi, mengatakan bahwa Prabowo Subianto akan loyal kepada Jokowi.

"Pak Prabowo itu mantan  militer, kalau dia menjadi menteri, dia akan loyal," ujar Yunarto Wijaya di studio KompasTV, Selasa (22/10/2019).

Beda Tanggapan Elite Parpol Soal Prabowo Jadi Menteri Kabinet Jokowi-Maruf Amin

Hanya, Yunarto Wijaya memberikan catatan bahwa dalam dunia politik sangatlah dinamis, ada perubahan-perubahan.

Dia mencontohkan ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi menteri Presiden Megawati.

Kala itu SBY menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Lalu pada Pilpres 2004, SBY memilih menjadi rival Megawati maju menjadi calon presiden.

Tapi di periode kedua ini, Prabowo Subianto tidak akan besaing lagi dengan Jokowi, karena sudah dua kali menjabat presiden.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai hari ini usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai hari ini usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN)

Pertanyaan lain setelah Prabowo Subianto menjadi menteri Kabinet Kerja Jilid II, apakah Jokowi berano mencopot ketika kinerja Prabowo dianggap buruk?

Mestinya Jokowi memenuhi janjinya ketika berpidato saat pelantikan Presiden di Gedung DPR pada Minggu (20/10/2019).

Pada hari itu Jokowi mengtaakan akan mencopot menteri yang kinerjanya tidak memuaskan.

Jokowi Panggil Prabowo Jadi Menteri, Sekjen PDIP Persilakan Partai Nasdem Jadi Oposisi

Klimaks Pilpres 2019

Bergabungnya Prabowo Subianto dalam kabinet Jokowi jilid 2 menyita perhatian masyarakat.

Diketahui bersama Prabowo Subianto merupakan pesaing Jokowi dan Maruf Amin dalam Pilpres 2019.

Ditambah lagi sosok Prabowo Subianto yang merupakan pimpinan Partai Gerindra.

Yunarto Wijaya turut menyoroti kedua hal tersebut terkait ditunjuknya Prabowo Subianto menjadi menteri bidang pertahanan di kabinet Jokowi jilid 2.

"Klimaksnya tetap itu, orang melihatnya bisa klimaka atau anti klimaks, kacamata rekosnisloiasi secara simbolik merayakan persatuan," kata Yunarto Wijaya dikutip dari Kompas TV.

Yunarto Wijaya mengaku belum pernah melihat dalam sejarah politik calon presiden menjadi menteri.

Sosok Sri Mulyani, Menkeu yang Dipertahankan Jokowi, Berjasa untuk Indonesia, Herorik Diakui Dunia

"Saya bahkan belum pernah melihat sejarah politik di dunia calon presiden jadi menteri dari lawannya, bukan pertarungan pertama kali, pertarungan kedua kalinya," kata Yunarto Wijaya.

Prabowo Subianto yang merupakan calon presiden, menurut Yunarto Wijaya tentu memiliki visi misi sendiri.

Padahal Jokowi, kata Yunarto Wijaya, pernah berucap pada 2014 lalu menterinya tidak boleh memiliki visi misi sendiri.

"Calon presiden melawan calon presiden, padahal presiden pernah mengatakan menteri tidak boleh punya visi misi sendiri," kata Yunarto Wijaya.

Menurut Yunarto Wijaya banyak pertanyaan yang dari masyarakat soal Prabowo Subianto jadi menteri.

"Menurut sebagian orang pertanyaan akan menjadi sebuah beban, sebuah aset ketika bicara stabilitas politik dan kinerja,

pertanyaan ketika sudah masuk menteri loyalitasnya dipastikan sama, " kata Yunarto Wijaya.

Padahal diketahui mungkin banyak partai yang kini sudah mulai memikirkan bagaimana cara ketumnya untuk bisa menjadi presiden di 2024.

Pertanyaan lain soal Prabowo Subianto jadi menteri, lanjut Yunarto Wijaya yakni tentang ketegasan Jokowi.

Dalam pidatonya saat pelantikan Presiden, Jokowi secara tegas akan mencopot menteri yang kinerjanya tidak baik.

"Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot.," kata Jokowi.

Hal ini kaata Yunato Wijaya, apakah juga akan diterapkan pada Prabowo Subianto

"hal teknis kalau betul Jokowi bersikap tegas, seperti di pidato yang tidak bisa mencapai hasil akan pecat, mungkin gak orang seperti Prabowo direshuffle," kata Yunarto Wijaaya.

Selain ketegasan Jokowi, Yunarto Wijaya juga mempertanyakan soal jabatan Prabowo Subianto di Partai Gerindra.

Pasalnya menurut Yunarto Wijaya, pada tahun 2014 lalu Jokowi sempat mengajukan syarat menteri tak boleh rangkap jabatan.

"kalau Jokowi mau mengulang salah satu prasyarat yang dia utarakan di 2014 gak bolehg rangkap jabatan, mungki gak berlakukan pada sosok Prabowo tidak boleh jadi Ketua Umum Gerindra," kata Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya menekankan seharusnya sebagai kepala negara Jokowi tidak boleh takut untuk menerapkan aturan itu pada Prabowo Subianto.

"Secara tata negara sebenarnya tidak boleh takut, karena Prabowo pembantu presiden harusnya sudah melepas kepartaiannya untuk tugas negara," kata Yunarto Wijaya.

Kekritisan masyarakat Indonesia menurut Yunarto Wijaya akan sampai di tingkat itu.

Menurut Yunarto Wijaya, selama Pilpres, pertarungan bukan hanya di tingkat orang-orang yang mencintai Jokowi maupun Prabowo Subianto.

"Ada juga barisan asal bukan Jokowi, asal bukan Prabowo orang itu sulit menerima fakta seperti ini," kata Yunarto Wijaya.

"Apapun belum ada yang bisa kita simpulkam, Prabowo dengan latar belakang mungkin bisa membuat krontribusi besar, catatan Jokowi sebagai atasan bisa membuat aturan dan sistem yang bisa memastikan dan mendorong Prabowo untuk melakukan itu," kata Yunarto Wijaaya.

Setelah bertemu Jokowi, Prabowo Subianto memberi keterangan pada wartawan.

Prabowo Subianto mengatakan bahwa diminta untuk memperkuat kabinet Jokowi jilid 2.

"Saya baru saja menghadap Presiden RI yang baru kemarin dilantik, saya bersama Edhy Prabowo kami diminta untuk memeperkuat kabinet beliau, " kata Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mengatakan Partai Gerindra akan bersedia bila diminta untuk membantu.

"Saya sudah sampaikan keputusan kami dari Gerindra apaabila diminta kami siap membantu dan resmi diminta kami sanggupi untuk membantu, " kata Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto secara spesifik menyampaikan diminta untuk membantu dalam bidang pertahanan.

AHY Digadang-gadang Jadi Menteri Jokowi, Kapan Datang ke Istana? di Sisi Lain, Prabowo Sudah Deal

"Saya beliau izinkan untuk menyampaikan saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan, " kata Prabowo Subianto.

Sayangnya Prabowo Subianto tak menyampaikan pos yang akan ditempati, apakahan Menteri Pertahanan atau Menteri Hukum dan HAM.

Meski demikian Prabowo Subianto mengatakan akan bekerja keras.

"Beliau memberi pengarahan, saya akan berkerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," kata Prabowo Subianto.

Sementara itu untuk posisi Edhy Prabowo, Prabowo Subianto belum mengatakannya.

"Edhy prabowo akan umumkan sendiri, ada sedikit konfirmasi tepatnya dimana, intinya beliau sendiri akan umumkan mungkin nanti hari rabu," kata Prabowo Subianto di Istana Negara.

Prabowo Subianto menegaskan bahwa Partai Gerindra mendapat dua jatah kursi Menteri dari Jokowi.

"Yang dipanggil dua jadi berapa kira-kira," kata Prabowo Subianto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved