Jokowi Panggil Prabowo Jadi Menteri, Sekjen PDIP Persilakan Partai Nasdem Jadi Oposisi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mempersilakan Partai Nasdem untuk keluar dari partai koalisi Jokowi dan menjadi oposisi.

Jokowi Panggil Prabowo Jadi Menteri, Sekjen PDIP Persilakan Partai Nasdem Jadi Oposisi
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mempersilakan Partai Nasdem untuk keluar dari partai koalisi Jokowi dan menjadi oposisi.

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, disebut kecewa atas sikap Jokowi yang mempersilakan partai opsisi Pilpres 2019 masuk ke dalam kabinet.

Hal ini menyusul kabar bahwa Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo dari Gerindra akan menduduki posisi menteri.

"Setiap partai punya platform politik masing-masing. Kita punya etika di dalam menjalankan posisi politik sebagai partai yang ada di dalam pemerintahan. Sikap kritis memang diperlukan karena demokrasi memang memerlukan kritik," ujar Hasto Kristiyanto saat ditemui dalam acara perayaan pemerintahan Jokowi - Maruf periode 2019-2024 di bilangan Cikini, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Pemprov Jabar Siap Terbangkan 24 PNS Berprestasi ke Amerika Serikat dan Korsel untuk Belajar

Hasto mengatakan, Surya Paloh berkomitmen menghormati hak prerogatif Presiden.

Mengenai sinyal Surya Paloh bahwa Partai Nasdem akan menjadi pihak oposisi, ia menyebut itu bagian dari dinamika politik.

"Tentu itu jadi dinamika. Demokrasi kan membuka ruang untuk seluruh partai koalisi berpendapat. Itu sehat dalam dinamika koalisi," kata Hasto Kristiyanto.

profil Edhy Prabowo
profil Edhy Prabowo (Kolase Tribun Jabar/Kompas.com)

Surya Paloh Pilih oposisi

Keputusan yang disambut kecewa Ketum Partai Nasdem sekaligus penggagas gerakan restorasi yakni Surya Paloh.

Bahkan Surya Paloh menegaskan Partai Nasdem siap jadi oposisi bersama PKS, yang merupakan partai yang sejak awal mendeklarasikan diri menjadi oposisi pemerintah.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved