Warga Battembat Kabupaten Cirebon Pernah Berusaha Bersihkan Eceng Gondok, Tapi . . .

Sungai Cipager yang berada di Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, tertutupi tanaman eceng gondok

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Aliran Sungai Cipager yang berada di Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, tertutupi tanaman eceng gondok, Senin (21/10/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sepanjang aliran Sungai Cipager yang berada di Desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, tertutupi tanaman eceng gondok, sehingga permukaan sungai tersebut tidak terlihat.

Warga Desa Battembat, Tri Suhermanto (45), mengatakan, beberapa kali warga sekitar mencoba untuk membersihkan aliran sungai dari eceng gondok, namun tidak pernah berhasil.

"Pernah waktu belum banyak seperti sekarang, cuma selalu ada lagi. Yasudah mungkin warga pasrah saja," kata Tri di Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Senin (21/10/2019).

Tri berharap, pemerintah menurunkan alat berat untuk mengangkut eceng gondok yang menutupi aliran Sungai Cipager.

"Sebelum musim hujan, takutnya jadi banjir," katanya.

Sungai Cipager Tertutup Eceng Gondok, Warga Desa Battemba Kabupaten Cirebon Keluhkan Bau

Eceng gondok atau eichhornia crassipes ini tumbuh subur di atas Sungai Cipager sepanjang lebih 100 meter, dengan tinggi tumbuhanrata-rata 30 sentimeter.

Informasi dari warga sekitar, kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dari lima bulan atau saat volume air sungai mengalami penyusutan akibat musim kemarau.

Selain eceng gondok, disepanjang sungai tersebut pun dipenuhi sampah plastik rumah tangga yang diduga sengaja dibuang oleh masyarakat sekitar atau pun pengendara.

Jenis sampah yang menutupi aliran Sungai Cipager, yakni sampah plastik kemasan, styrofoam, ranting pohon, bambu, baligho bekas, bangkai hewan ternak, peralatan rumah tangga, hingga plastik kemasan alat medis.

Mahfud MD Ditelepon Jokowi Tengah Malam, Kini Tampil Rapi di Istana Negara: Saya Dipanggil Presiden

Ketika Menteri-menteri Baru Akan Diumumkan, Mantan Menteri Ini Diagendakan Jalani Sidang Perdana

APA KATA BOBOTOH HARI INI Jelang Lawan Bhayangkara FC, Persib Bandung Diserbu Saran Taktik & Harapan

Dari radius 50 meter, aroma busuk dari aliran Sungai Cipager mulai tercium terutama oleh para pejalan kaki serta pengendara.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, pihaknya akan serius menangani permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon, bahkan pemerintah pun saat ini sudah mulai bergerak, agar permasalahan sampah dapat teratasi dengan baik.

Imron menuturkan, berbicara masalah sampah, itu menjadi tanggung jawab semua pihak, karena dalam agama pun dijelaskan, seluruh manusia dianjurkan menerapkan pola hidup bersih, karena kebersihan sebagian dari iman.

"Annadhofatul minal iman, jadi kalau seseorang ragu dengan hal tersebut maka imannya diragukan. Kami pemerintah pun konsen dengan hal itu," kata Imron.

Sejak awal menjabat sebagai Bupati Cirebon, kata Imron, sampah semakin hari menjadi polemik berkepanjangan di masyarakat, sehingga pemerintah wajib mengeluarkan solusi, agar dapat ditangani dengan baik.

Imron mengatakan, dinas yang terkait melakukan penanganan sampah, harus bekerja secara maksimal dan mesti memiliki target, sehingga dapat selesai secara maksimal.

"Setelah open bidding, kami bisa menargetkan pejabat baru bisa tangani masalah sampah," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved