Sabtu, 18 April 2026

Pemimpin Negara Afrika yang Mirip Wakanda Akan Berkunjung ke Indonesia

Menurut BBC Indonesia yang dikutip TribunJabar.id, Jum'at (18/10/2019), adapun dua kota terbesar di eSwatani adalah Mbabane dan Manzini.

Editor: Ravianto
https://www.journalducameroun.com/en/
Suku Swazi di negara Swaziland yang kini berganti nama jadi eSwatini 

TRIBUNJABAR.ID - Ada satu kepala negara yang akan menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden pada Minggu (20/10/2019) yang mungkin kurang familiar bagi masyarakat Indonesia.

Kepala negara yang dimaksud adalah Raja eSwatini, Mswati III.

Banyak yang tak mengetahui, eSwatini yang dulunya bernama Swaziland adalah sebuah negeri di Afrika.

Tepatnya, negara eSwatini berada di tenggara Benua Afrika.

Nama ibu kota dari negeri ini adalah Mbabane.

Menurut BBC Indonesia yang dikutip TribunJabar.id, Jum'at (18/10/2019), adapun dua kota terbesar di eSwatani adalah Mbabane dan Manzini.

 Mengenal Prasasti Kedukan Bukit, Bukti Pendirian Kerajaan Sriwijaya yang Disebut Ridwan Saidi Fiktif

Mbabani berpenduduk sekitar 76 ribu, sementara Manzini 110 ribu.

Diolah dari TribunnewsWiki.com, eSwatini dihuni oleh bangsa yang diperkirakan berasal dari Mozambik.

Nenek moyang yang mendiami eSwatini diyakini adalah Suku Nguni.

Raja di Negeri Monarki

Letak negeri eSwatini di Afrika.
Letak negeri eSwatini di Afrika. (Google Maps)

Pada tahun 1986, Mswati III naik tahta menggantikan ayahnya Sobhuza II.

Jadi, Mswati sudah berkuasa selama kurang lebih 33 tahun di negeri yang menganut sistem monarki absolut tersebut.

Pada 19 April 1968 hingga 25 April, Mswati memiliki gelar Yang Mulia Pangeran Makhosetive dari Swaziland.

Namun, gelarnya berubah. Mulai 25 April 1986–sekarang ia kerap dipanggil Yang Mulia Ngwenyama (Raja) eSwatini.

 Ritual Nyiramkeun di Majalengka, Tradisi Ratusan Tahun Kerajaan Talaga Manggung

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved