Jumat, 17 April 2026

2 Peneliti Ini Berhasil Manfaatkan Tanaman Ciplukan Jadi Obat Herbal untuk Penyakit Lupus

Prof Dr Elin Yulinah Apt dan Prof Dr Afifah Sutjiatmo Apt berhasil mengolah daun cecendet menjadi obat peredam gejala lupus.

Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Prof Dr Elin Yulinah Apt dan Prof Dr Afifah Sutjiatmo, Apt saat ditemui di acara seminar nasional farmasi UNJANI ke-4 di Harris Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit No 50-58, Kamis (17/10/2019). Mereka adalah pembuat ekstrak cecendet dengan nama lesikaf. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pernahkah Anda mendengar tanaman cecendet atau ciplukan? Bagi generasi 1990-an, tanaman cecendet atau ciplukan ini tentunya tidak asing karena tanaman ini tumbuh liar.

Bagi sebagian orang, tanaman cecendet ini mungkin dianggap tanaman biasa yang tidak memiliki manfaat.

Bernama latin, physalis angulata, cecendet atau ciplukan bentuknya seperti buah kersen, bulat kecil yang dilindungi oleh kelopak bunga.

Kini, tanaman sudah jarang ditemukan apalagi untuk meneliti lebih jauh akan tanaman cecendet atau ciplukan.

Itu beda dengan Prof Dr Elin Yulinah Apt dan Prof Dr Afifah Sutjiatmo Apt yang justru berhasil mengolah daun cecendet menjadi obat peredam gejala lupus.

Ditemui di sela acara seminar farmasi Unjani yang ke-4, Elin Yulinah mengatakan obat herbal lupus yang dibuatnya ini telah diproduksi dengan nama Lesikaf.

Lesikaf merupakan produk kategori jamu dengan komposisi ekstrak cecendet yang telah melalui uji penelitian.

Jelang Persib vs Persebaya, Bajul Ijo Sudah Harus Bayar Ganti Rugi Kerusakan di I Wayan Dipta

Waspada, Ikan Asin Ternyata Bisa Menyebabkan Kanker, Begini Cara Mengkonsumsinya agar Tidak Bahaya

"Lesikaf menjadi alternatif terapi lupus yang relatif aman dan efektif lantaran hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan lupus," ujar Elin Yulinah di Harris Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit No 50-58, Kamis (17/10/2019).

Penyakit lupus dikenal sebagai penyakit 'seribu wajah', inflamasi autoimun kronis yang belum jelas penyebabnya.

Walaupun tidak bisa menyembuhkan penyakit lupus hingga 100 %, Elin Yulinah dan Afifah Sutjiatmo menjelaskan cara kerja tanaman herbal ini bisa memberikan efek positif pada pengguna.

"Lesikaf bisa dikonsumsi tiap hari dibarengi dengan obat standar yang diminum sehari-hari," ucapnya.

Penelitian untuk membuat Lesikaf pun telah dijalani keduanya selama 4 tahun. Mereka melakukan penelitian hingga akhirnya bisa dibuat dalam bentuk kapsul ekstrak.

Afifah Sutjiatmo mengatakan untuk proses pembuatan esktrak ini diakuinya tidak sulit karena bahan cecendet yang mudah ditemukan di Indonesia.

Acara seminar nasional farmasi UNJANI ke-4 ini menjadi wadah bagi para peneliti dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka..

Mereka juga bisa memberikan informasi kepada para apoteker, tenaga kesehatan, lain dan masyarakat luas tentang bagaimana memanfaatkan ilmu farmasi khususnya dalam bidang olahraga di Indonesia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved