Senin, 13 April 2026

Waspada, Ikan Asin Ternyata Bisa Menyebabkan Kanker, Begini Cara Mengkonsumsinya agar Tidak Bahaya

Siapa di antara Anda yang sangat menyukai ikan asin sebagai teman untuk menyantap hidangan nasi hangat?

Editor: Yongky Yulius
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Proses penjemuran ikan asin. 

TRIBUNJABAR.ID - Siapa di antara Anda yang sangat menyukai ikan asin sebagai teman untuk menyantap hidangan nasi hangat?

Tahukah Anda bahwa ternyata, ikan asin juga memiliki kandungan karsinogen atau zat penyebab kanker.

Dalam sebuah acara bertajuk Patient Journey in Oncology Total Solution yang diadakan oleh PT Kalbe Farma Tbk di Bogor, Selasa (7/10/2019), Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Profesor DR Dr Aru W Sudoyo SpPD KHOM FINASIM FACP, menyebut bahwa ikan asin juga menjadi salah satu bahan makanan yang dapat memicu kanker.

Pada dasarnya daging ikan memiliki protein yang baik bagi tubuh manusia.

Namun, proses sampai daging ikan menjadi kering dan memiliki rasa yang asin itulah yang patut diperhatikan.

Aru menyebutkan ada dua hal jelek atau tidak baik dari ikan asin dan menjadi racun pemicu kanker tersebut.

1. Kandungan garam tinggi

Untuk menjadikan ikan segar menjadi ikan asin, prosesnya akan melewati penggaraman supaya awet.

Hal itu garam dapat menghambat atau membunuh bakteri penyebab pembusukan pada ikan.

Bukan Sekadar Lalap, Kemangi Punya Banyak Manfaat, Obati Keputihan dan Jaga Kesehatan Jantung

Proses penggaraman ikan pada umumnya dilakukan dalam tiga cara yaitu penggaraman kering (dry salting), penggaraman basah (wet salting), dan kench salting.

“Nah ikan asin, garamnya itu tinggi sekali. Garam dalam dosis tinggi itulah yang dapat memicu sel kanker. Meski daging ikannya awalnya tidak apa-apa,” kata Aru.

2. Proses penjemuran ikan asin

Setelah dilakukan penggaraman, ikan asin biasanya akan dijemur di sebuah halaman yang tersinari langsung terik matahari.

“Pada proses penjemuran, ada perubahan pada sel-sel daging ikannya, sehingga muncul bahan-bahan nitrat yang dikenal sebagai nitrosamin tadi,” tuturnya.

Saeri saat menjemur ikan asin di pesisir pantai Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Senin (11/2/2019)
Saeri saat menjemur ikan asin di pesisir pantai Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Senin (11/2/2019) (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

“Dalam ikan asin itu ada namanya nitrosamin (tobacco specific nitrosamin-TSNA), nah nitrosamin itukan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker,” imbuhnya.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved