Pertama di Purwakarta, Koperasi Shakira Artha Mulia Terapkan Fintech

Ketua Koperasi Shakira Artha Mulia, Yusuf Saepulhaq menyadari di era revolusi industri 4.0 mesti menggunakan teknologi yang memadai.

Pertama di Purwakarta, Koperasi Shakira Artha Mulia Terapkan Fintech
Tribun Jabar/Ery Chandra
Suasana di Koperasi Shakira Artha Mulia Kabupaten Purwakarta. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, ery chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Menyikapi tantangan koperasi ke depan yang akan semakin berat, terlebih dari sisi kebutuhan modal besar dan teknologi informasi yang terus berkembang, Koperasi Jasa Keuangan Syariah Shakira Artha Mulia mulai menerapkan financial technology ( Fintech).

Ketua Koperasi Shakira Artha Mulia, Yusuf Saepulhaq menyadari di era Revolusi Industri 4.0 mesti menggunakan teknologi yang memadai.

Selama ini koperasi identik dengan pencatatan secara manual melalui laporan 16 buku, menulis tangan, dan aplikasi excel.

"Kalau sudah menggunakan fintech menginput sudah benar, dalam waktu yang singkat hanya beberapa menit sudah menyajikan laporan akuntabel. Karena sistem melaporkan, sesuai laporan keuangan akuntansi," ujar Yusuf, di Jalan Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Rabu (16/10/2019).

Dinas Koperasi UMKM Kota Bandung Gelar Bazar Dijabanan Aneka Jajanan Khas Bandung

Wagub Jabar Minta Koperasi dan UMKM Gandeng Generasi Muda di Industri 4.0

Dia mengatakan sejak berdiri awal 2018 lalu mereka mengusung konsep Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS).

Dalam perkembangannya koperasi tersebut mulai menggunakan teknologi seperti halnya sistem perbankan yang dijadikan percontohan dalam jasa keuangan.

"Mulai dari transaksi, keamanan dan transparansi. Kami memakai teknologi untuk tabungan, server, program akuntansi seperti halnya di bank kami ada. Buku tabungan, cek saldo, koperasi mobile seperti bank," katanya.

Sepengetahuannya, di Kabupaten Purwakarta untuk koperasi serupa baru koperasi yang dipimpinnya yang menerapkan fintech, karena untuk mengurus perizinannya yang hingga ke Kementerian Koperasi dan UKM, itu cukup ketat.

"Baru-baru ini saya ikut pelatihan uji kompetensi di Kemenkop ada juga koperasi menerapakan teknologi. Seperti di Bogor, Bandung dan Cirebon. Tapi pakai program USSI," ujarnya seraya menyampaikan koperasi itu tercatat di Asosiasi Auliasoft Indonesia.

Meski begitu, Yusuf menuturkan fintech masih dibutuhkan pengembangan lebih lanjut.

Untuk jaringan internet pun di Purwakarta kurang stabil, sehingga dapat menganggu layanan koperasi yang kini tercatat memiliki 500 anggota tersebut.

"Ketika terjadi pemutusan internet kami yang online menjadi kerepotan. Karena tak bisa melihat transaksi," katanya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved