Selasa, 9 Juni 2026

Kenaikan Harga BBM, LPG, dan Plastik Tekan UMKM Kabupaten Bandung

Di tengah situasi tersebut, Dewi menegaskan bahwa pelaku UMKM tidak menuntut hal berlebihan dari pemerintah. 

Tayang:
Istimewa/Dokumentasi Dewi Ayu Wulansari
BIAYA PRODUKSI - Kegiatan PPKM di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia mengatakan lonjakan biaya produksi berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha, terutama di sektor makanan dan minuman, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Lonjakan biaya produksi berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha, terutama di sektor makanan dan minuman.
  • Untuk bertahan, para pelaku UMKM di bawah naungan PPKM menerapkan berbagai strategi. 
  • Kenaikan harga energi otomatis mendorong kenaikan harga pokok penjualan yang kemudian berimbas pada harga jual produk di pasaran.

 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG hingga kemasan plastik mulai memberikan tekanan nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) Kabupaten Bandung, Dewi Ayu Wulansari, mengungkapkan lonjakan biaya produksi berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha, terutama di sektor makanan dan minuman.

Menurut Dewi, sekitar 80 persen anggota PPKM bergerak di bidang food and beverage

Kenaikan harga energi otomatis mendorong kenaikan harga pokok penjualan yang kemudian berimbas pada harga jual produk di pasaran.

“Kondisi ini jadi tantangan besar, harga jual naik, tapi daya beli masyarakat justru menurun. Itu sangat berpengaruh terhadap penjualan UMKM,” ujar Dewi, Selasa (21/4/2026).

Dampak tersebut mulai terasa di berbagai kegiatan pemasaran, seperti bazar, pameran, hingga event promosi produk yang kini cenderung sepi pengunjung. 

Baca juga: CFD Perdana di Pangandaran Bikin Senang Sejumlah Pelaku UKMK, Dagangan Habis dalam Satu Jam

 

Situasi ini disebut sebagai salah satu tantangan serius pascapandemi, ketika pelaku UMKM tengah berusaha bangkit, namun kembali dihadapkan pada tekanan ekonomi.

Untuk bertahan, para pelaku UMKM di bawah naungan PPKM menerapkan berbagai strategi. 

Salah satu langkah yang banyak dilakukan adalah mengurangi gramasi produk tanpa menurunkan kualitas.

“Misalnya dari 250 gram menjadi 200 gram. Kami tidak ingin menurunkan kualitas, karena itu adalah prinsip utama UMKM lokal. Jadi yang disesuaikan adalah ukuran produknya,” kata Dewi Ayu Wulansari.

Selain itu, efisiensi juga dilakukan dari sisi kemasan. Produk yang sebelumnya menggunakan kemasan full print kini beralih ke kemasan yang lebih sederhana dan ekonomis, seperti standing pouch atau plastik biasa, guna menekan biaya produksi.

Dampak kenaikan harga tidak hanya dirasakan oleh sektor makanan dan minuman, tetapi juga merambah ke sektor lain seperti fashion dan kerajinan (craft). 

Kenaikan BBM turut memengaruhi biaya distribusi serta harga bahan baku, terutama bagi pelaku usaha yang bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved