Warga Plered Cirebon Tak Menyangka LT Ditangkap terkait Terorisme, Sering Berbaur dengan Warga

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, mengamankan LT terduga teroris warga Blok Tanah Baru Selatan

Warga Plered Cirebon Tak Menyangka LT Ditangkap terkait Terorisme, Sering Berbaur dengan Warga
tribunjabar/hakim baihaqi
Penangkapan terduga teroris di Plered Cirebon 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, mengamankan LT terduga teroris warga Blok Tanah Baru Selatan RT 06/02, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.

Penangkapan tersebut mengejutkan warga sekitar, lantaran terjadi pada malam hari ‎dan sejumlah warga pun terkejut karena selama tinggal di daerah tersebut tidak menunjukkan gejala sebagai teroris.

‎"Gak nyangka, ‎ditangkap polisi gara-gara jadi teroris," kata Ahmad (40), tetangga LT, Selasa (15/10/2019).

‎Diketahui, terduga teroris LT memiliki ciri-ciri bertubuh gemuk, tinggi, berambut pendek, berjanggut, dan sering mengenakan gamis berukuran 3/4.

Ahmad mengatakan, sehari-hari, LT bekerja sebagai ‎penjual jajanan anak-anak di salah sekolah dasar di Desa Panembahan atau tak jauh dari kediamannya.

Peralihan Musim, Kenali Gejal Alergi Musiman, Penyebab Banyak Orang Sakit Saat Pergantian Musim

"‎Dia saya lihat setiap hari berjualan di SD situ. Terus, kalau di sini tinggal sama orangtua, anak, sama istrinya," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, LT memiliki sifat pendiam‎, namun sering berbaur dengan masyarakat sekitar dan sama sekali tidak kecurigaan kalau LT merupakan jaringan teroris.

"Saya hapal betul dia (LT), karena dari lahir tinggal di sini. Jujur saya kaget sekali dengar kabar ini," katanya.‎

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, mengatakan, LT ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror pada Senin (14/10/2019) pukul 20.00 WIB di kediamannya.

Pengakuan Pembunuh Warga Batujajar, Merasa Dipermalukan dan Punya Utang Rp 40 Juta Jadi Rp 150 Juta

"Penangkapan tersebut berkaitan dengan yang ada di Jamblang, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu," kata Suhermanto.

Setelah LT ditangkap, kemudian anggota kepolisian dari Polres Cirebon melakukan penggeledahan di kediaman terduga teroris dan menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga bilah golok dan buku-buku terkait aksi terorisme.

Suhermanto mengatakan, LT diketahui masuk kedalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) amir Cirebon.

"Belum dapat dipastikan, apakah itu berkaitan dengan aksi penusukan yang menimpa bapak Wiranto," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved