Pilkada Serentak 2020 akan Pakai E-Rekap, Hasil Dapat Diketahui Sehari Setelah Pencoblosan

KPU RI berencana menerapkan rekapitulasi berbasis elektronik (e-rekap) untuk menghitung suara hasil pemilu mulai 2020

Pilkada Serentak 2020 akan Pakai E-Rekap, Hasil Dapat Diketahui Sehari Setelah Pencoblosan
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Pilkada Serentak 2020 akan Pakai E-Rekap, Hasil Dapat Diketahui Sehari Setelah Pencoblosan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - KPU RI berencana menerapkan rekapitulasi berbasis elektronik (e-rekap) untuk menghitung suara hasil pemilu mulai 2020. Jika sebelumnya penghitungan suara dilakukan secara berjenjang dan memakan waktu berhari-hari, nantinya hasil penghitungan suara secara sah dapat diperoleh dalam sehari.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan pada sejumlah pemilu sebelumnya KPU RI sudah berpengalaman dan sukses dalam memanfaatkan kemajuan teknologi, baik dalam bentuk Sistem Informasi Penghitungan (Situng), Sistem Informasi Pencalonan (Silon), Sistem Informasi Partai Politik (Sipoi) atau Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih).

Semuanya terbukti bahwa teknologi informasi cukup membantu penyelenggara, peserta, maupun masyarakat memperoleh informasi kepemiluan yang cepat dan akurat. Hanya saja, bantuan teknologi informasi tersebut selama ini baru sebatas bantuan data. Sedangkan penghitungan suara sah tetap melalui rapat pleno berjenjang dari TPS, KPPS, kabupaten kota, provinsi, sampai tingkat pusat.

Rentang panjang proses rekapitulasi secara berjenjang yang memakan waktu, katanya, nantinya bisa dikurangi secara signifikan melalui adanya e-rekap ini sehingga masyarakat dapat dengan cepat mengetahui hasil pemungutan suara tanpa harus menunggu rekap berjenjang tersebut.

Orangtua Pembuang Bayi Diciduk Polisi, Dibungkus Daun Pisang Dibuang di Parit Samping Tol Cisumdawu

Penghitungan atau rekapitulasi pemilu secara nasional, katanya, butuh 35 hari. Pemilihan gubernur, katanya, membutuhkan waktu rekapitulasi sampai 14 hari, serta pemilihan bupati dan walikota sekitar 7 hari.

"Pemilu 2014 dan 2019, ini masih sebagai informasi. Rekapitulasi masih dilakukan secara berjenjang dan manual. Ke depannya, kami ingin hasil rekap elektronik jadi penetapan pemilu resmi. Harapan kami, kalau hari ini pemungutan suara, besoknya diketahui dan langsung ditetapkan," kata Arief dalam kunjungannya ke ITB, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019).

Situng, Silon, Sipoi, dan Sidalih, katanya, sudah diterapkan sejak 2004 dengan baik walau hasilnya baru sebatas referensi data. Karenanya, kata Arief, pihaknya akan terus menggandeng ITB untuk mewujudkan e-rekap sebagai data utama untuk penetapan hasil pemilu.

Penggunaan e-rekap ini katanya, dipersiapkan pada 2019, yaitu perihal regulasi dan peraturan KPU. KPU segera memberikan rancang bangun e-rekap ini kepada DPR supaya bisa jadi hasil resmi.

"Kami ingin segera. Ada beberapa hal yang harus dilewati, yaitu regulasi, administrasi. Anggaran masing-masing daerah juga. Kan provinsi, kabupaten, atau kota mana yang siap dengan pola ini. Target kami perancangan 2019 selesai, awal 2020 lakukan simulasi pelatihan, sehingga September 2020 bisa diimplementasikan," katanya.

Geger Sapi Bermata Satu Lahir di Kalbar, Pemilik Ungkap Keanehan Induk Saat Hamil

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved