Ranitidin Ternyata Memicu Kanker, BPOM Tarik Peredaran Obat-obatan yang Mengandung Ranitidin

Hal itu disampaikan melalui situs resmi pom.go.id serta media sosial Instagram @bpom_ri pada 4 Oktober lalu.

Ranitidin Ternyata Memicu Kanker, BPOM Tarik Peredaran Obat-obatan yang Mengandung Ranitidin
ebay.uk
Obat Ranitidin 

BPOM Tarik Peredaran Obat Lambung Ranitidin karena Berpotensi Memicu Kanker

TRIBUNJABAR.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM RI menarik peredaran produk obat-obatan yang mengandung ranitidin karena diduga berpotensi memicu kanker.

Hal itu disampaikan melalui situs resmi pom.go.id serta media sosial Instagram @bpom_ri pada 4 Oktober lalu.

Keputusan penarikan ini berdasarkan informasi dari Badan Kesehatan Amerika, US FDA dan EMA (European Medicines Agency) tentang senyawa ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA).

N-Nitrosodimethylamine (NDMA) berpotensi memicu kanker.

Ranitidin Injeksi 25 mg/mL
Ranitidin Injeksi 25 mg/mL (Bukalapak)

Berikut penjelasan BPOM terkait ditariknya beberapa produk obat lambung ranitidin:

1. Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

2. Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu.

Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi.

3. Pada tanggal 13 September 2019, US FDA dan EMA mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin, dimana NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved