Diduga Lokasi Penemuan Tengkorak Dahulunya Adalah Kawasan Pemukiman Brang Wetan

TACB Kabupaten Indramayu menduga Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu dahulunya merupakan kawasan pemukiman Brang Wetan

Diduga Lokasi Penemuan Tengkorak Dahulunya Adalah Kawasan Pemukiman Brang Wetan
tribunjabar/Handhika Rahman
Seorang pekerja bangunan, Wartoni (32) saat menunjukkan penemuan tengkorak di lokasi bekas warnet milik Haji Mustofid di Jalan Wiralodra, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu menduga wilayah tempat penemuan tengkorak, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu dahulunya merupakan kawasan pemukiman Brang Wetan atau padukuhan seberang Bengawan Cimanuk Wetan.

Diketahui, pada abad Ke 16-an atau masa pemerintahan Raden Wirapati (WIRALODRA II) atau Bupati Kedua Kabupaten Indramayu terdapat sebuah kawasan pemukiman penduduk yang kala itu yang bernama Brang Wetan.

Hal tersebut disampaikan Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi kepada Tribuncirebon.com seiring ditemukannya tengkorak manusia di lokasi tersebut, Jumat (4/10/2019).

Diberitakan sebelum, seorang tukang bangunan menemukan sebuah tengkorak di lahan ruko bekas warnet milik H. Mustofid di Jalan Wiralodra Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu pada Kamis, (3/10/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Bupati Indramayu Tinjau Lokasi Penemuan Tengkorak Manusia, Ditemukan Dua Benda Aneh Lainnya

"Ini bagi arkeolog merupakan temuan yang menarik. Bisa jadi ini kawasan permukiman Brang Wetan yang lokasinya berada di pinggir sungai Cimanuk," ujar dia.

Dedy S Musashi memprediksi, temuan tersebut dipastikan sudah berusia sangat tua.

Prediksi itu dikuatkan dengan melihat lapisan budaya yang belum terkoyak dan temuan yang masih insite atau tidak berubah tempat.

"Bisa jadi temuan tersebut merupakan lokasi pemakaman dalam sebuah kawasan permukiman kuno," ujar dia.

Bupati Indramayu, Supendi saat melakukan peninjauan temuan tengkorak manusia di lahan ruko bekas warnet milik H. Mustofid di Jalan Wiralodra Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (4/10/2019).
Bupati Indramayu, Supendi saat melakukan peninjauan temuan tengkorak manusia di lahan ruko bekas warnet milik H. Mustofid di Jalan Wiralodra Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (4/10/2019). (tribunjabar/Handhika Rahman)

Lanjut Dedy S Musashi, bukti yang menguatkan lainnya ialah lokasi penemuan tengkorak manusia itu hanya berjarak 20 meter saja dari lokasi Raden Wirapati (WIRALODRA II) atau Bupati Kedua Kabupaten Indramayu.

Masih dalam satu kawasan, lokasi penemuan tengkorak juga berdekatan dengan sebuah Makam Tionghoa kuno yang terbengkalai, makam itu diduga milik seorang Kapiten Tionghoa bermarga Khouw dengan istri bermarga Go' yang meninggal sekitar tahun 1775.

Dalam hal ini untuk membuktikan prediksi tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Arkeologi (Balar) Bandung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang Banten.

Rencananya, ekskavasi terhadap temuan tengkorak itu akan dilakukan pada 11 Oktober 2019 mendatang.

"Kita sudah komunikasikan ke Balar Bandung terkait temuan tersebut. Tim peneliti akan turun ke Indramayu," ujar dia.

Caption: Bupati Indramayu, Supendi saat melakukan peninjauan temuan tengkorak manusia di lahan ruko bekas warnet milik H. Mustofid di Jalan Wiralodra Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (4/10/2019).

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved