Bupati Indramayu Tinjau Lokasi Penemuan Tengkorak Manusia, Ditemukan Dua Benda Aneh Lainnya

Bupati Indramayu meninjau langsung lokasi penemuan tengkorak di lahan ruko bekas warnet milik H Mustofid

Bupati Indramayu Tinjau Lokasi Penemuan Tengkorak Manusia, Ditemukan Dua Benda Aneh Lainnya
tribunjabar/Handhika Rahman
Bupati Indramayu, Supendi saat melakukan peninjauan temuan tengkorak manusia di lahan ruko bekas warnet milik H. Mustofid di Jalan Wiralodra Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (4/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Bupati Indramayu meninjau langsung lokasi penemuan tengkorak di lahan ruko bekas warnet milik H Mustofid di Jalan Wiralodra, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (4/10/2019).

Bupati Indramayu Supendi mengatakan penemuan tengkorak ini membuktikan sejarah panjang Kabupaten Indramayu.

Ia menilai tengkorak itu diperkirakan sudah berusia ratusan tahun dan harus segera dilakukan upaya penyelamatan dan penelitian secara arkeologis.

"Kami juga minta kepada pemilik lahan untuk menghentikan sementara pengerjaan proyek pembangunan," ujarnya.

Warga Cirebon Jadi Korban Runtuhnya Jembatan di Taiwan, Kakak Korban : Dia Orang yang Mandiri

Diketahui tengkorak itu ditemukan oleh seorang tukang bangunan saat tengah mengali lubang guna pembuatan hidrolik.

Rencananya, lahan bekas warnet itu akan dibangun menjadi tempat pencucian mobil.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi mengatakan, pihaknya juga menemukan dua buah benda di sekitar titik penemuan tengkorak, yakni serpihan kayu dan besi.

Kedua benda itu diperkirakan ada kaitannya dengan penemuan tengkorak.

Nahas, Bocah 12 Tahun Diperkosa 30 Pria Selama 2 Tahun, Teman Ayahnya Ikut Merasakan, Hingga Dijual

Pantauan Tribuncirebon.com, besi itu sudah dijamuri karat yang mengeras di seluruh bagiannya, sementara pada serpihan kayu berwarna hitam pekat. Kedua benda itu diperkirakan sudah berusia sangat tua.

Dedy S Musashi mengatakan, pihaknya akan menggandeng Balai Arkeologi (Balar) Bandung dan BPCB Serang untuk melakukan penelitian melalui metode ekskavasi.

"Nanti tanggal 11 Oktober kita akan mulai melakukan ekskavasi," ucap dia.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved