Sabtu, 18 April 2026

Polisi Kantongi Identitas 2 Pembunuh Bayaran Gagal yang Disewa Istri dan Selingkuhannya

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan, keduanya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Editor: Ravianto
WARTA KOTA/LUTHFI KHAIRUL FIKRI
BHS dan YL diringkus aparat Polsek Kelapa Gading atas kasus percobaan pembunuhan berencana terhadap VT. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Polisi telah mengantongi identitas pembunuh bayaran yang disewa YL (40) dan selingkuhannya, BHS atau Bayu (33) untuk menghabisi nyawa VT, suami YL.

Keduanya ialah BK dan HER. BK juga diketahui merupakan teman lama Bayu.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (1/10/2019) sore.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (1/10/2019) sore. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

"DPO sudah kita identifikasi dan dalam pengejaran tim kami," kata Budhi usai rekonstruksi di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (3/10/2019).

Pada 13 September 2019 lalu, BK dan HER ditugaskan untuk menghabisi nyawa VT.

Skenarionya, Bayu dan BK berada di dalam satu mobil yang dikemudikan VT.

Agar VT tak curiga, Bayu berdalih bahwa BK adalah salah satu rekan kerjanya.

Sementara HER membuntuti mobil tersebut menggunakan sepeda motor.

Ketika sampai di Jalan Boulevard Gading Raya depan North Jakarta Internasional School, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Bayu meminta VT menghentikan mobilnya dengan alasan mual dan ingin muntah.

Setelah Bayu keluar, eksekusi dilakukan oleh BK yang duduk di kursi belakang dengan menusuk VT sebanyak tiga kali di bagian lehernya.

Dari luar mobil, HER yang telah membuntuti sejak awal juga berusaha menusuk perut VT.

VT yang masih bisa bertahan akhirnya menginjak gas untuk kabur dari lokasi.

"Dia (BK) itu ketakutan, dia loncat ke luar mobil," jelas Kapolres.

VT berhasil melepaskan diri dan mengemudikan mobilnya menjauhi TKP.

"Korban mau ditusuk perutnya namun korban yang mengendarai kendaraannya langsung tancap gas. Korban langsung mengarah ke rumah sakit, mendapatkan perawatan, lalu laporan," kata Budhi.

Berdasarkan laporan VT, polisi langsung bergerak. Akhirnya, pada 16 September 2019, BHS sebagai otak rencana pembunuhan ini berhasil diringkus di daerah Bali, menyusul YL yang ditangkap di kediamannya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved