Kamis, 9 April 2026

Densus 88 Antiteror Geledah Rumah Kos di Cimahi, Pengurus Kontrakan Sebut Curigai Seorang Penghuni

Dari pantauan Tribun Jabar di lokasi, nampak bentangan garis polisi dengan panjang sekitar 10 meter dipasang tepat di pagar kontrakan yang bercat puti

Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Polisi menggeledah sebuah kontrakan di Cibeber, Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah sebuah rumah kos yang beralamatkan di Jalan Padat Karya, Kampung Ranca Cangkuang, RT02/01, Kelurahan Cibeber, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (25/9/2019).

Lokasi penggeledahan tersebut bersampingan dengan rest area tol Purbaleunyi KM 125.

Dari pantauan Tribun Jabar di lokasi, nampak bentangan garis polisi dengan panjang sekitar 10 meter dipasang tepat di pagar kontrakan yang bercat putih-biru.

Dua Pelaku Terduga Teroris yang Tinggal Rumah Kontrakan Cimahi Sempat Bekerja di Rest Area 125

Terlihat puluhan orang berseragam polisi dengan bersenjata lengkap siaga di depan kontrakan tersebut.

Pengurus kontrakan, Dede Mutaqin (37), mengaku dirinya kaget melihat banyak polisi di rumah kos tersebut.

"Baru beres salat isya di dalam (kontrakan) banyak polisi dan di depan," ujar Deden dilokasi.

Deden yang sudah tujuh tahun tinggal rumah kos tersebut menaruh curiga terhadap seorang penghuni yang menempati kamar di lantai dua.

"Kecil orangnya sekitar 160 cm, putih kulitnya, rambutnya (disisir) ke pinggir, kurang bersosialisasi sama tetangga, kalau ketemu suka menunduk," ujarnya.

Deden mengatakan, sosok pria yang dicurigai itu keluar kontrakan tak membawa kendaraan dan hanya menggunakan ransel serta kaos.

"Sering pakai ransel warna hitam, kalau keluar jarang bawa motor," ungkapnya.

Ini Alasan Densus 88 Geledah Kontrakan Terduga Teroris SP dan AR di Cimahi, Kata Kombes Trunoyudo

Pria yang memiliki tinggi badan 165 sentimeter itu, kata Deden, jarang bersosialisasi dengan penghuni lainnya.

Deden sebagai pengurus kontrakan biasanya membuka dan mengunci pintu kontrakan dari pukul 00.00 WIB sampai pukup 04.00 WIB subuh.

Rumah kos tersebut total memiliki 20 kamar yang tersebar di dua lantai.

Sementara itu, warga lain sekaligus penjaga parkir, Beni (53), tak menyangka rumah kos itu dihuni oleh terduga teroris.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved