Uniknya Band Bottlesmoker, Membuat Musik dari Reruntuhan Bangunan di Tamansari Kota Bandung
Cuaca panas terik tak menghentikan Anggung Suherman (Angkuy) dan Ryan Adzani (Nobie) untuk merekam suara
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Apalagi ketika mengambil suara di reruntuhan Ia melihat bagaimana ruangan yang sudah kosong ini memiliki banyak memori yang tersimpan.
"Tadi kita lihat ada foto keluarga yang sudah pecah, ada sendal keluarga yang sudah tertinggal disana kita ambil energinya," ucap Nobie.
Ia mengatakan untuk membuat musik elektronik seperti ini, Nobie mengambil ke arah psikologis manusia dimana mereka menentukan ritme sesuai apa yang manusia rasakan.
"Ketika melihat keadaan yang sedih maka nadanya akan dibuat minor. Dalam biologis manusia, ketika sedih detak jantungnya berdegup 90 kali dalam satu menit dan hal itu dijadikan tempo supaya bisa mewakili perasaan orang yang sedih," ujarnya.
• Jalan Jakarta Kota Bandung Macet Terus, Kadishub Jabar Minta Warga Bersabar
Alasan Bottlesmoker mengambil suara dari media yang berbeda, dikatakan Nobie karena melihat banyak band eletronik yang menggunakan musik digital.
Menurut Nobie saat ini musik elektronik dimudahkan dengan teknologi yang sudah ada, banyak sofware dan sample yang bisa didapatkan dengan mudah.
"Kita menyiksa diri saja, cari yang menantang dengan membuat musik dari benda-benda yang ada di sekitar," ujarnya.